Romo Matius Pawai CICM mempersembahkan misa.
Mulai Sabtu dan Minggu (10 dan 11 Desember 2022) misa di gereja Pinang diujicoba tidak lagi menggunakan belarasa. Umat bisa langsung datang ke gereja tetapi tetap menggunakan Peduli Lidungi meskipun untuk satu keluarga petugas hanya minta satu kali akses saja sebagai perwakilan.
Ketua TGKP Paroki Pinang Pak Albertus Sukindro, ketika dihubungi Minggu siang ini mengatakan bahwa uji coba tersebut dilakukan secara bertahap.

Peserta misa di dalam gereja.
“Kalau kendala sebelum Minggu ini lahan parkir terbatas, maka sebagai salah satu solusinya sudah menggunakan lahan parkir mobil di belakang Aula Tarakanita. Kita akan lihat sampai Natal nanti di Pinang tidak pakai belarasa. Sesudah itu kita evaluasi lagi,” katanya. Sementara parkir motor seperti selama ini tetap di bawah.
Menurut Pak Kindro untuk Minggu Adven III ini, Sabtu sore, 10 Desember, peserta misa diperkirakan 250-an orang. Minggu pagi, 11 Desember di dalam gereja 440 orang termasuk petugas dan di luar gereja sekitar 25 orang.

Yang ikut misa dan petugas di dalam gereja sekitar 440 orang.
Salah seorang peserta misa menambahkan informasi bahwa untuk perparkiran semua masuk melalui Jl Akses Graharaya dan dilarang masuk melalui Jl Matahari. “Akses keluar masuk ke dan dari gereja via jalan Graharaya, dan memutar balik ke Fortune, tidak boleh memutar balik di putaran seberang pintu masuk gereja,” katanya.

Peserta misa di luar gereja sekitar 25 orang.
Namun, imbuhnya, meski sudah diumumkan oleh Romo Matius juga di akhir misa masih ada saja yang bandel mau keluar lewat Jl Matahari, lalu diarahkan oleh petugas parkir. “Belok kiri, Pak, mohon kerja samanya,” kata petugas parkir tersebut ketika orang itu keluar dari lahan parkir dekat aula lalu mau belok kanan ke arah Jl Matahari.

Lahan parkir baru untuk mobil di dekat Aula Tarakanita.
Pak Kindro mengatakan, tentang parkir dia masih menunggu laporan dari tim keamanan dan parkir dan masih akan dievaluasi.

Pulang harus lewat Jl Graharaya, bukan Jl Matahari.
Teks: Hari Kristanto, ps/ Foto-foto: Hari Kristanto