Romo Vikjen: Sesudah Menerima Sakramen Krisma Harus Ada Perubahan Hidup

8 November 2022
  • Bagikan ke:
Romo Vikjen: Sesudah Menerima Sakramen Krisma Harus Ada Perubahan Hidup

Penerimaan Sakramen Krisma oleh Vikjen KAJ di Gereja St Bernadet, Minggu, 16 Oktober 2022.


Vikjen Keuskupan Agung Jakarta Romo Samuel Pangestu Pr menerimakan Sakramen Krisma kepada 195 orang dalam misa Minggu siang, 16 Oktober 2022, di Gereja Santa Bernadet.

Pesan utama yang disampaikan adalah agar Sakramen Krisma itu benar-benar dimaknai, sehingga terjadi perubahan menuju hidup yang lebih baik.

Penerimaan Krisma-689

Menerima Sakramen Krisma harus membawa perubahan hidup yang lebih baik.


Di awal homilinya Romo Samuel mengingatkan bahwa hidup ini adalah pilihan. Orang yang menerima Sakramen Krisma memilih Roh Kudus agar turun atas mereka.

“Saya ingin supaya nanti penerimaan Sakramen Krisma ini berarti bagi teman-teman, bagi adik-adikku, anak-anakku atau ibu-bapak yang menerima, supaya bermakna. Bukan hanya sekadar upacara. Harus terjadi perubahan dalam diriku, terutama dalam hal memilih tadi. Adik-adik mau jadi apa, sesuai dengan bimbingan Roh Kudus. Jelas ya?” kata Romo Vikjen yang mewakili Uskup Agung KAJ Ignatius Kardinal Suharyo itu.

altar Romat Romvik--

Misa konselebrasi oleh Romo Samuel Pangestu Pr dan Romo Matius Pawai CICM.


Hening penting

Untuk itu Romo Samuel mengajak peserta mengikuti sabda Yesus dalam Luk 18:1-8 agar berdoa terus-menerus, karena itu berarti bahwa Allah selalu bermurah hati.

“Kalau memohon harus sesuai dengan kehendak Bapa. Sama seperti Yesus, kehendak Allah yang kita jalankan. Itu iman. Iman tidak sekadar ngomong, tetapi menjalankan apa yang dikehendaki Allah dalam hidupku. Berdoa berarti bukan ngomong sendiri, ngomong terus, minta terus, tetapi dialog, mendengarkan Tuhan,” imbuhnya.

Penerimaan Krisma-692

Menerima Sakramen Krisma berarti memilih Roh Kudus sebagai pembimbing hidup.


Agar bisa berdialog, lanjut Romo Samuel, kita perlu hening dalam berdoa seperti kata Mother Teresa, “Kita hening, merasakan kehadiran Allah di hadapan saya, saya hadir di hadirat-Nya sehingga kita bisa ngomong, bicara, minta. Ya, gitu ya.”

“Yang kukehendaki (dalam doa) adalah belas kasih, bukan yang lain-lain. Allah maha belas kasih, jadi yang utama dibutuhkan manusia adalah belas kasih,” jelasnya lagi.

Penerimaan Krisma-697

Menerima Sakramen Krisma dari Vikjen KAJ Romo Samuel Pangestu Pr.


Belajar dari Yesus

Romo Samuel lalu memberi pekerjaan rumah (PR). Pertama, tiap hari hening lima menit di hadapan Salib Kristus atau Bunda Maria. “Silakan hening, diam, pejamkan mata, dan rasakan Tuhan hadir dalam hidupmu itu. Biarlah Roh yang membimbing, sehingga mendengar apa yang Tuhan kehendaki untuk hidup kita di dunia ini,” katanya.

Yang kedua, melihat bagaimana kita ingin menjadi serupa dengan Yesus dalam Roh Kudus yang sungguh-sungguh luar biasa menyertai Yesus, sehingga Yesus bisa melaksanakan kehendak Allah.

Penerimaan Krisma-705--bapak

Bukan hanya anak-anak sekolah, seorang bapak juga menerima Sakramen Krisma.


“Allah Tritunggal selalu ada dalam hidup Yesus. Kita belajar bagaimana beriman pada Allah Bapa melalui Yesus Kristus itu. Kita ingin menjadi serupa dengan Yesus Kristus itu sehingga bisa menjalankan apa yang Tuhan kehendaki,” imbuhnya.

peserta kiri PAKAI---

Tampak sebagian besar dari 195 orang yang menerima Sakramen Krisma.


Menerima Sakramen Krisma, lanjut Romo Samuel, berarti kita terbebas dari belenggu cara kita berpikir, memandang orang dan menghakimi orang lain. Karenanya peserta Krisma diajak untuk fokus pada kebaikan dalam diri sendiri dan orang lain, dengan menuliskan list apa yang baik dalam diri sendiri dan orang lain.

menerima krisma1 PAKAI

Satu per satu menerima Sakramen Krisma.


Persiapan 2 bulan

Menurut informasi dari Panitia Sakramen Krisma tahun 2022 dari Wilayah Sesilia, rangkaian kegiatan dengan peserta sebelum hari H dua bulan. Ada delapan kali kegiatan, seperti pelajaran tiap minggu, rekoleksi, pengakuan dosa, dan gladi bersih. Pesertanya  dari Sekolah Sang Timur, Abdi Siswa, Amore, serta kategori umum remaja dan dewasa.

Foto Kelompok-30--peserta 8_1

Siswa-siswi Sekolah Abdi Siswa yang melayani koor dalam misa penerimaan Krisma.


Namun panitia sendiri sudah membuat persiapan sejak Juni. “Dari bulan Juni sudah melakukan rapat-rapat secara internal, kemudian koordinasi dengan tim Katekis dan di hari-H ini sebelumnya juga dengan TGKP, tim Belarasa dan tentu aja  DPH juga,” kata Pak Indra Gunawan (Pak Igun), salah satu anggota panitia.

Foto Kelompok-87==para katekis

Para katekis foto bersama Romo Samuel dan Romo Matius.


Sementara itu Korwil Sesilia Pak Yustinus Sulistya mengkungkapkan sejumlah kesulitan karena rapat-rapat persiapan dilakukan secara online. ”Tapi Puji Tuhan acaranya tetap berjalan lancar,” katanya saat diwawancara.

Panitia--

Panitia foto bersama Romo Matius.


Di mimbar, Pak Sulistya atas nama panitia mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak, terutama Romo Vikjen dan Romo Paroki Santa Bernadet.

Proficiat untuk penerima Sakramen Krisma 2022.


Peliput: Rani Kristanto, ps (editor)/ Foto-foto: Kevin Meydio, Panitia/ Album Foto: Jassen Novaris


Album foto Krisma 2022 klik di sini.

 

Tags
krisma

Facebook Sanberna

Twitter Sanberna