Go-Kil Oktober 2022: Pemulihan Kehidupan yang Utuh

27 Oktober 2022
  • Bagikan ke:
Go-Kil Oktober 2022: Pemulihan Kehidupan yang Utuh

Go-Kil Oktober 2022 dipandu Wilayah Maria.


Suster M Natania, SFS, memberikan renungan dalam ibadat Go Kitab Suci Lingkungan (Go-Kil) Paroki Pinang Gereja St Bernadet, Sabtu, 8 Oktober 2022, menggantikan Suster Caesilia, SFS yang sedang sakit.

Ibadat yang berlangsung jam 18.30-19.30 dengan pemandu Wilayah Maria itu mengambil materi renungan Lukas 17:11-19, bacaan Injil Minggu biasa XXVIII.

1--- (2)

Sr M Natania, SFS, pemberi renungan (kiri).


Renungan Suster M Natania, SFS

Injil Lukas berbicara tentang kehidupan dan pelayanan Yesus Kristus, sehingga Injil ke-3 dalam Perjanjian Baru ini ingin menolong para pembacanya untuk memahami iman Kristen lebih baik lagi dengan cara menceritakan tentang kehidupan pelayanan dan pengajaran Yesus.

Kutipan 9 ayat Injil Lukas tersebut berisi kisah penyembuhan yang tidak biasa. Pertama-tama, di sini makin terlihat kuasa Yesus yang sangat besar. Yesus bukan saja bisa menyembuhkan dengan sentuhan atau sabda penyembuhan, seperti yang sebelumnya pernah kita baca, tapi Dia juga bisa menyembuhkan sekelompok orang sekaligus dengan sabdaNya dari jarak jauh, tanpa menyentuh.

Kesembuhan 10 orang kusta tersebut tidak terjadi langsung di tempat, melainkan terjadi ketika mereka sudah jauh di tengah perjalanan menuju kepada para imam, seperti yang diperintahkan Yesus. Mereka pergi kepada para imam dengan tujuan untuk diperiksa bila sudah sembuh (upacara pentahiran), sehingga mereka boleh berbaur kembali dengan masyarakat. Yesus menyuruh mereka pergi kepada para imam tersebut, padahal mereka belum disembuhkan.

6-2-- (2)

Sebagian dari 66 peserta Go-Kil Oktober 2022.


Jadi dengan mereka bergerak pergi kepada para imam, ini menunjukkan sebuah kepercayaan besar mereka bahwa Yesus akan menyembuhkan. Dari 10 orang Kusta tersebut, hanya satu yang kembali ke Yesus ketika sudah sembuh, lalu bersujud dan mengucapkan syukur kepada-Nya. Dan yang satu itu adalah orang Samaria.

Kisah ini kembali menunjukkan salah satu ciri khas Injil Lukas, bahwa ternyata kaum “tidak pantas” (orang Samaria, perwira asing, perempuan berdosa, pemungut cukai) menanggapi misi Yesus lebih baik daripada mereka yang dianggap “pantas”.

Kenapa yang sembilan tidak kembali? Karena yang sembilan tidak melihat apa yang dilihat orang Samaria tersebut, yaitu Allah bertindak melalui Yesus. Mereka hanya fokus pada kesembuhan fisik semata dan berpikir itulah hasil akhir dari karya pemulihan Yesus.

4--- (2)

Rafael bertugas membacakan Doa Umat.


Berbeda dengan orang Samaria itu yang percaya kepada Yesus secara utuh. Di sini terbangun satu hubungan baru antara orang Samaria dan Yesus, hubungan kepercayaan dan syukur. Karena kepercayaannya ini, dia bukan hanya sembuh fisik dan tahir secara sosial, tapi dia benar-benar diselamatkan sepenuh-penuhnya. Inilah arti keselamatan yang sesungguhnya.

Berapa yang kembali kepada Tuhan untuk memperoleh keselamatan yang lebih sempurna? Kalau melihat bacaan ini, terkesan 90% tidak kembali kepada Tuhan. Malahan yang kembali adalah orang yang sama sekali tidak disangka. Sabda penutup dari Yesus; “Imanmu telah menyelamatkan engkau”, menyimpulkan bahwa peristiwa penyelamatan secara utuh, bukan cuma selesai sampai mukjizat nya terjadi, tetapi juga harus sampai kepada ucapan syukur dan pujian sesudahnya.

Pentingnya peran anak muda

Petugas penyelenggara ibadat Go-Kil ini adalah Wilayah Maria Paroki Pinang dengan bimbingan Tim SKKS Paroki Pinang yang telah memberikan pendampingan, apresiasi atas lancarnya ibadat.

Sebanyak 66 peserta yang mengikutinya dengan antusias, beberapa peserta yang mengajukan pertanyaan dan ditanggapi dengan jelas oleh Suster M Natania, SFS.

3--- (2)

Keterlibatan anak muda.


Yang cukup membanggakan adalah tampilnya orang muda Maria dengan Vocal Grup-nya yaitu Giselle, Galuh, Cika, Tasya, Vio, Noldy, Asrias, juga ibu Nik, Ibu Ita, Ibu Angela, Ibu Evin dengan gitaris Pak Herry Saptanto, Pak Andreas.

Juga membesarkan hati petugas doa umat, yaitu Rafael, Yosafat, Ivana, Charrol, Metta; petugas Kameramen dan editing Pak Wahyu Thoyib dan Pak Priyo. Mereka telah bertugas dengan baik dalam ibadat lewat Zoom ini walau dengan latihan dan persiapan cukup singkat.

Semoga melalui Go-Kil ini semangat kaum muda dan seluruh umat Wilayah Maria Paroki Pinang bangkit kembali dalam segala aktivitas menggerejanya.

5--- (2)

Ibu Angela dan Ibu Lita, Ketua SKKS.


Ketua SKKS Ibu Lita Noviana dalam sambutannya mengucapkan terima kasih kepada Wilayah Maria, juga atas kehadiran umat Paroki Pinang Gereja Santa Bernadet di zoom meeting.,

Ia juga memberi apresiasi tentang peran anak muda yang menjadi sangat penting bagi kelangsungan Gereja mendatang. Kaum muda harus bangun dari tidur panjang, karena dengan bangun kita menjadi sadar akan sapaan kasih Tuhan dan dapat menanggapi panggilanNya.

Terima kasih Tim SKKS dan Wilayah Maria.  Semoga semakin banyak kegiatan-kegiatan positif lain yang dapat dilakukan untuk membangunkan semangat hidup menggereja.

Teks & Foto-foto Screenshot: Tim Wilayah Maria

Tags
Go-Kil
SKKS

Facebook Sanberna

Twitter Sanberna