Misa Kudus dalam acara Latihan Dasar Kepemimpinan Wanita Katolik RI DPD Jakarta.
Orang-orang yang terlibat dalam jajaran pimpinan suatu organisasi seperti halnya Wanita Katolik RI, harus kompak, saling bekerja sama, dan jangan baper (terbawa perasaan).
Kualitas pimpinan seperti itu dimulai dengan mengurangi kecenderungan menyalahkan siapapun, sebaliknya menyadari kesalahan-kesalahan yang dilakukan, saling mendukung, dan memberi contoh yang baik.
.jpg?1665142723841)
Pak Peter Kaliman, motivator, mengisi sesi II dan III.
Sebagai manusia biasa kita tidak luput dari kekurangan, karena itu kita harus belajar PNS (Patuhi, Nikmati, dan Syukuri) supaya semua bisa berjalan dengan baik, dan selalu memberikan senyuman karena dengan senyuman terbuka kemungkinan semua masalah bisa diatasi.
Itulah beberapa pokok pikiran yang disampaikan oleh Peter Kaliman, seorang motivator dan trainer, ketika mengisi salah satu sesi dalam acara Latihan Dasar Kepemimpinan yang diadakan Wanita Katolik RI Dewan Pengurus Daerah (DPD) Jakarta.
Acara tersebut berlangsung di Villa Bukit Pinus, Pancawati, Caringin, Bogor, Sabtu-Minggu (1-2 Oktober 2022).

Peserta dari Wilayah Tangerang I.
Dengan tema Menyiapkan Kepemimpinan yang Berkualitas, Bersemangat Asih, Asah, Asuh dalam Menjalankan Tugas Pelayanan, Latihan tersebut diikuti oleh 191 peserta dari cabang-cabang se-Wilayah kerja DPD Jakarta, yaitu Jakarta Pusat, Jakarta Barat I dan II, Jakarta Selatan, Jakarta Timur, Tangerang I dan II.
Sebagai peserta, Wilayah Tangerang I terdiri dari 6 Paroki/Cabang (HSPMTB, Agustinus, Gregorius, Helena, Odilia dan Bernadet). Setiap cabang mengirimkan 3 orang perwakilan dan Wanita Katolik RI Dewan Pengurus Cabang Santa Bernadet diwakili oleh Maya, Gilar dan Esti.
Pak Peter Kaliman mengisi sesi II dan III tentang motivasi, sedang sesi I sebelumnya diisi oleh Ibu Justina Rostiawati, Ketua Presidium Wanita Katolik RI, yang membahas masalah kaderisasi.
.jpg?1665142839099)
Ibu Justina Rostiawati, Ketua Presidium Wanita Katolik RI mengisi sesi I tentang kaderisasi.
Dalam sharing tentang kaderisasi ini cukup menarik perhatian pengalaman-pengalaman mereka yang terpilih menjadi Ketua atau Wakil Ketua Cabang di paroki masing-masing.
Banyak peserta mengatakan, semula tidak mau dicalonkan karena berbagai alasan. Tetapi kemudian mereka bersedia dicalonkan karena merasa digerakkan oleh Roh Kudus untuk menerima tugas pelayanan.

Sharing peserta: digerakkan Roh Kudus.
Pada acara yang berlangsung dari pagi itu diadakan malam keakraban, pukul 20.00, dimana masing-masing Wilayah harus menampilkan yel-yel supaya menambah keakraban antar-wilayah. Meski waktu persiapan sangat singkat, penampilan wilayah-wilayah sangat luar biasa dan berkesan.
Pagi harinya peserta melakukan senam pagi. Sesudah itu ada game menyampaikan pesan berantai, yang makna intinya adalah bahwa pesan dari pusat harus sampai ke Daerah, Cabang, dan Ranting tanpa dikurangi satu kata pun.

Peserta Wilayah Tangerang I mempersiapkan yel-yel.
Acara ditutup dengan perayaan Ekaristi konselebrasi oleh Romo Budi Santoso, MSC, dan Romo Heribertus Dwi Kristanto SJ, penasihat rohani Wanita Katolik DPD Jakarta. Sesudah makan siang, sekitar pukul 13.00 acara selesai. Sayonara…
Teks: Maya/ Foto-foto: Panitia Pusat dan Wanita Katolik RI Wilayah Tangerang I