Anak-anak BIA St Bernadet mengikuti lomba Membawakan Amsal.
Seksi Kerasulan Kitab Suci (SKKS) Paroki Pinang menyelenggarakan Festival Bulan Kitab Suci Nasional (BKSN) 2022 di Aula Pinang, dengan mata lomba pertama Membawakan Amsal kategori BIA usia 4-8 tahun. Lomba lain, Tutur Kitab Suci dan Video Fasilitator, belum diadakan hari itu.
Dalam Festival BKSN 2022 yang berlangsung Minggu, 21 Agustus, tersebut, SKKS melibatkan tidak hanya BIA yang menjadi peserta lomba, tapi juga BIR dan OMK.

Peserta ada yang mengenakan peci merah Si Pitung ala Betawi.
Lomba Membawakan Amsal tersebut diikuti 26 peserta. Angka ini cukup banyak mengingat selama dua tahun masa pandemi BKSN dan kegiatan BIA dilaksanakan secara daring. Arena lomba dan para juri ada di dalam aula, sementara penonton membeludak, duduk memadati emperan.
“Awalnya sempat ragu karena yang daftar hanya 5 anak, lalu makin lama makin naik angkanya sampai ke 26 anak,” kata Bu Lita Noviana, Ketua SKKS, ketika diwawancara.

Berbagai ekspresi penghayatan dan penjiwaan anak-anak BIA membaca Amos.
Menurut Bu Lita, KAJ juga memberi tahu bahwa gereja sudah terbuka, jadi umat tidak perlu takut untuk mengadakan kegiatan lagi, sehingga tim SKKS mengadakan acara BKSN itu secara tatap muka.
Orangtua juga terlibat dalam mengarahkan anaknya untuk turut berpartisipasi pada kegiatan menyambut BKSN tersebut. “Awalnya dapat dari grup lingkungan, terus nawarin ke anak saya. Kebetulan anaknya juga mau ikut, ya sudah saya daftarkan,” kata salah satu orangtua sambil menunggu giliran anaknya tampil.

Ada yang di-make up kumis dan jambang, memakai jas, dan berpita di kepala.
Anak-anak peserta berkumpul, duduk manis di dalam aula menunggu giliran maju sekaligus bisa melihat temannya yang tampil untuk membacakan Amsal. Ada 3 juri pada lomba ini, yaitu Sr Sella, PIJ (biarawati), Bu Etty Iswanti (fasilitator/pengajar Kerahiman Ilahi), dan lektris senior Bu Anastasia Setyowati (fasilitator dari Emmaus Journey).
Satu per satu anak maju membacakan Amsal dengan pembawaan dan penjiwaannya masing-masing. Mereka juga memberikan penampilan terbaik dengan kostum yang mereka kenakan. Ada yang memakai jas, gaun, dan baju warna-warni dengan pita di kepalanya. Ada pula yang mengenakan peci merah Si Pitung ala Betawi, dan ada pula yang di-make up kumis melintang dan jambang tipis dengan sorban di kepala.
.jpg?1662785269428)
Anak-anak duduk manis menunggu giliran tampil.
Cara anak-anak BIA membawakan Amsal kadang mengundang tawa penonton karena keunikan dan kepolosannya sebagai bocah sehingga terkesan lucu.
“Aku latihan ini selama 2 hari paling, deg-degan sih karena kan pertama kali ikut lomba Amsal, jadi takut gak menang,” kata Akshita salah satu peserta lomba ketika ditanya.
.jpg?1662785376979)
Senangnya berkumpul dengan teman-teman. Antusias...
Pada pukul 12 siang, perlombaan diistirahatkan untuk makan siang dan bercengkerama dengan anak-anak. Sambil menunggu waktu istirahat berakhir, anak-anak diajak menyanyikan lagu-lagu bersama, seperti Dalam Nama Yesus, Jalan serta Yesus, I Love You Jesus, dan lagu Bina Iman Anak lainnya.
Merupakan suatu pengalaman yang dirindukan bagi anak-anak bahwa akhirnya bisa berkumpul lagi bersama teman-temannya. “Seneng banget akhirnya bisa kumpul sama teman,” kata Nares, salah satu peserta lomba.

Baris depan: Juara I, II, III, dan IV. Baris belakang: PaK Maryana (Korbid Pewartaan I DPH), Dewan Juri: Bu Etty, Sr Sella, PIJ, Bu Etty, Bu Wati, dan Ketua SKKS Bu Lita.
Setelah istirahat sejenak, perlombaan dilanjutkan lagi hingga tibalah saat pengumuman pemenang lomba Membacakan Amsal. Aspek-aspek yang dinilai adalah penghayatan, pelafalan, intonasi, dan penampilan. Juri kemudian memilih 4 pemenang, dan hasilnya adalah: Juara I Ronaldo Alexander; Juara II Skolastika Akshita; Juara III: Theresia Charlote; Juara IV Gavyn Timothy
Perlombaan hari itu ditutup oleh Bu Lita Noviana. “Kami seneng anak-anak sudah berani ikut, berani tampil. Meskipun ada yang belum dapet juara, tapi anak-anak tetap menjadi juara di mata Tuhan Yesus dan yang pasti semuanya mendapat goodie bag,” kata Ketua SKKS itu disambut teriakan-teriakan penuh semangat anak-anak itu.
.jpg?1662785469215)
Kata Bu Lita, semua juara di mata Tuhan dan mendapat goodie bag...
Bu Lita juga menyampaikan terima kasih SKKS tentunya kepada orangtua yang mengarahkan anak-anaknya untuk ikut ambil bagian pada lomba Membawakan Amsal tersebut.
Angel, salah satu kakak pembina BIA yang menjadi PIC lomba Membawakan Amsal itu, mengatakan bahwa meskipun lomba offline tersebut dipadati banyak orang, belum terpikir untuk mengadakan pertemuan BIA secara langsung saat ini. ”Kami kumpul bisa 80-an anak, jadi mungkin kita bisa kumpul secara langsung itu tahun depan kalau gereja sudah siap dan kondusif,” katanya.

Festival BKSN 2022 yang diselenggarakan SKKS Paroki Pinang.
Pemenang lomba Membawakan Amsal pada hari itu disiapkan paroki untuk maju ke tingkat Dekenat, dan selanjutnya tingkat KAJ.
Peliput: Rani Kristanto/ Foto & Album: Jassen Novaris