Foto bersama peserta Temu OMK KAJ (TOMKAJ) 2022 di Wisma Canossa.
Komisi Kepemudaan Keuskupan Agung Jakarta (Komkep KAJ) mengadakan Temu OMK KAJ di Wisma Canossa, 13-14 Agustus 2022. Kegiatan ini offline setelah selama pandemi hanya bisa secara online. Pesertanya 61 orang, semuanya OMK yang menjadi pengurus Sie Kep di paroki masing-masing, termasuk 2 orang dari Paroki Pinang. Sebelum acara dimulai semua peserta dan panitia menjalani tes antigen.
PAKAI_1.jpg?1662430856699)
Amel (berdiri), PIC outbond games TOMKAJ 2022.
Dalam acara tersebut diberikan pelatihan bagaimana membentuk tim yang berkualitas. Tim memiliki kualitas apabila dikelola secara baik dengan komunikasi yang efisien sekaligus efektif. Mulai dengan tim yang berkualitas ini, diharapkan Sie Kep ke depan dapat melakukan pelayanan sesuai harapan KAJ.
Di hari pertama ada sesi tentang pengamalan Ardas 2023 untuk semua peserta. Sesudah itu pembagian kelompok, masing-masing 7-8 orang, untuk ikut outbond games. Melalui games inilah ditanamkan nilai-nilai untuk membentuk tim yang memiliki kualitas. Panitia menyiapkan tiga outbond games, yaitu pipe line, tik tak boom, dan broken square.

Pipe line: kerja sama mengestafetkan bola pingpong dengan belahan pipa.
Dalam Pipe Line peserta mengestafetkan bola pingpong melalui belahan pipa, agar bola sampai tujuan. Perlu strategi dan kerja sama tim untuk mengestafet bola. Ternyata tidak semua kelompok mudah melakukannya. Di situ serunya. Dalam kenyataan memang tidak selalu mudah membangun tim dari pribadi-pribadi dengan aneka ragam latar belakang.
Makna permainan: bola tersebut melambangkan berkat, dan belahan pipa melambangkan kita manusia sebagai saluran berkat. Berkat perlu dialirkan atau disalurkan kepada sesama secara efektif; kalau tidak efektif, manfaatnya pun tidak akan tepat sasaran. Di situlah perlu kerja sama.

Tik Tak Boom: satu peserta menyeberangi kotak-kotak, diawasi peserta lain.
Tik Tak Boom adalah permainan dengan 1 peserta menyeberangi kotak-kotak dari garis start menuju finish, diawasi oleh 1 peserta lain. Keduanya bergantian. Peserta harus menghindari kotak yang salah. Jika melewati kotak yang salah, panitia mengatakan, “boom!” Ini dilakukan sampai semua anggota kelompok berhasil melewati garis finish.
Makna permainan: kita harus rendah hati untuk belajar dari pengalaman orang lain, dan juga rendah hati untuk menenerima kekalahan dan keberhasilan orang lain.
PAKAI.jpg?1662430385616)
Broken Square: menggabung-gabungkan potongan kertas puzzle menjadi bentuk kotak.
Dalam Broken Square, setiap anggota kelompok diberi potongan kertas puzzle untuk digabung-gabungkan agar membentuk kotak. Namun potongan kertas itu tidak sempurna, sehingga perlu bertukar dengan peserta lain agar memiliki bagian yang pas. Tidak boleh berbicara, memberi arahan atau meminta. Masing-masing peserta hanya boleh memberi.
Makna permainan ini: kita harus mulai peka dalam memberi. Memberi saja tidak cukup, karena kita perlu tahu apa yang dibutuhkan sekitar kita.

Suasana sharing dan kesimpulan usai outbond games. "Mulailah dengan memberi daripada diberi," kata Amel menyimpulkan.
Itulah outbond games untuk menanamkan nilai-nilai dalam diri peserta agar bisa menjadi pribadi berkualitas untuk membentuk tim berkualitas. Punya strategi, mau bekerja sama, rendah hati menerima kekalahan, dan peka dengan sekitar kita.
PAKAI.jpg?1662430476086)
Romo Adrianus Suyadi, SJ, pemateri "Kesejahteraan Bersama".
Usai istirahat, mandi, dan makan malam, sesi berikutnya bertema “Kesejahteraan Bersama” oleh Romo Adrianus Suyadi, SJ, mulai jam 19.30. Dibahas tentang kegiatan apa yang dapat dibuat atau direncanakan Sie Kep dengan memenuhi salah satu aspek berikut ini: kepemerintahan (governance), sosial, dan ekonomi. Sekitar 30 menit kelompok diberi kesempatan berdiskusi, lalu presentasi.

Suasana diskusi kelompok.
Ibadah Malam dengan format Taize yang memadukan doa dan nyanyian dalam suasana meditatif menutup seluruh rangkaian acara hari pertama.
PAKAI.jpg?1662431779183)
Ibadat dalam format Taize menutup rangkaian acara hari pertama.
Hari kedua, Minggu, 14 Agustus 2022, diawali dengan misa yang dipimpin oleh R.D. Andreas Subekti. Para petugas liturgi dari peserta. Mikael lektor dan Laras pemazmur.
--PAKAI.jpg?1662430723476)
Misa mengawali hari kedua, dipimpin imam RD Andreas Subekti. Pemazmur Laras (kiri).

Lektor Mikael.
Pembekalan di hari kedua ini tentang “Basic Organization” oleh Heri Hermawan dari @Asa.berdaya, yaitu sebuah lembaga konsultasi desain organisasi dengan memanfaatkan disiplin psikologi.
Dalam sesi inilah peserta sebagai pengurus Sie Kep diberi pemahaman tentang pengelolaan tim dan komunikasi yang baik dan efisien di dalamnya. Pemahaman itu perlu agar Sie Kep ke depan memenuhi harapan KAJ, yaitu melayani yang dimulai dari tim berkualitas.

Suasana makan siang.
Sesudah foto bersama, pembagian souvenir, dan makan siang, berakhirlah sudah Temu OMK KAJ tersebut.
Peliput/Peserta: Laraswati/ Foto-foto: Sebastian-Komkep KAJ