Go-Kil Agustus 2022: Janji Allah Meneguhkan Iman Kita

27 Agustus 2022
  • Bagikan ke:
Go-Kil Agustus 2022: Janji Allah Meneguhkan Iman Kita

Go-Kil St Bernadet yang berlangsung hari Sabtu, 13 Agustus 2022, mulai jam 18.30.


Apakah kita pernah kecewa karena doa kita tidak terkabul? Lalu kita merasa bahwa Tuhan tidak mendengarkan kita, Tuhan tidak mencintai kita, Tuhan meninggalkan kita?

Pertanyaan-pertanyaan mendasar orang beriman tersebut mendapat jawaban dalam Ibadat Go Kitab Suci Lingkungan (Go-Kil) St Bernadet via zoom, Sabtu, 13 Agustus 2022, jam 18.30-20.00, dengan pembawa renungan Romo Derikson A Turnip, CICM.

Go-Kil bertema “Berpeganglah selalu pada janji Allah yang setia” ini mengambil bacaan Lukas 1:39-56, yang berkisah tentang Maria mengunjungi Elisabet. Hadir 47 partisipan, termasuk Ketua SKKS St Bernadet Ibu Lita N dan timnya.

romo deriks-pakai,jpg (2)

Romo Derikson A. Turnip, CICM, memberikan renungan secara daring dari Makassar.


Di bagian awal Romo Deriks “mengingatkan”, kita sering tergoda mengambil ayat-ayat Kitab Suci sepotong-sepotong, keluar dari konteksnya, sehingga merasa kalau kita berdoa pasti Tuhan mengabulkannya. Contoh Yoh 15:7: Mintalah apa saja yang kamu kehendaki dan kamu akan menerimanya. Kita merasa setiap doa kita akan dikabulkan, dan kalau tidak terkabul kecewa.

Ayat itu harus ditempatkan pada konteksnya, yaitu Yoh 15:7-8: Jikalau kamu tinggal di dalam Aku dan firmanKu tinggal di dalam kamu, mintalah apa saja yang kamu kehendaki, dan kamu akan menerimanya. Dalam hal inilah, BapaKu dipermuliakan, yaitu jika kamu berbuah banyak dan dengan demikian adalah murid-muridKu.

“Jadi ayat tersebut (Yoh 15:7) tidak menjanjikan bahwa Allah akan menjawab doa-doa yang kita ucapkan, minta apa saja pasti dikabulkan, tetapi kita harus hidup dalam Firman Tuhan, kita harus menaati Firman-Nya lebih dahulu. Dalam konteks itulah ayat ini dimaksudkan,” jelas Romo Deriks.

korwil dan keluargapakai-- (2)_1

Korwil Kristoforus Pak Stephanus menyampaikan sambutan awal.


Pertanyaan Maria dan Zakaria

Peserta Go-Kil kemudian dibawa masuk ke dalam pengalaman Zakaria dan Maria ketika malaikat Tuhan memberi kabar tentang kelahiran Yohanes Pembaptis dan kelahiran Yesus. Menurut Romo Deriks, konteksnya adalah: baik Maria maupun Zakaria diberi kabar oleh malaikat Tuhan yang sama, yaitu Malaikat Gabriel. Pertanyaan yang muncul dari mereka mirip tetapi beda dampaknya.

Pertanyaan Maria: “Bagaimana mungkin hal itu terjadi padaku sebab aku belum bersuami?” (Luk 1:34)  Pertanyaan Zakaria: “Bagaimanakah aku  tahu, bahwa hal ini akan terjadi? Sebab aku sudah tua dan isteriku sudah lanjut umurnya.” (Luk 1:18)

Pertanyaan Maria menunjukkan kepolosannya, mungkin karena ia masih belia, yang membuat dia lebih mudah menerima tawaran Malaikat Tuhan. Sebaliknya pertanyaan Zakaria mengandung keraguan yang berakibat “hukuman” sementara (bisu).

simbolon2-pakai (2)_2

Pemimpin ibadat Go-Kil Agustus 2022, Pak JC Simbolon.


Pertanyaan Maria mengukuhkan dirinya sebagai orang beriman, sehingga akhirnya ia diberi tahu bahwa Elisabet sanaknya yang sudah lanjut usia juga sedang mengandung. Maria semakin percaya, semakin yakin karena ada petunjuk, ada bukti.

Sukacita perlu dibagikan

Maria mengunjungi Elisabet dengan sukacita, sekaligus ingin membuktikan kata-kata malaikat bahwa Elisabet sedang mengandung, bukan karena keraguan melainkan ingin meneguhkan imannya.

Maria ingin bersama Elisabet bersukacita sekaligus memberi tahu dia bahwa dirinya juga sudah mulai mengandung (buah rahimmu, Luk 1:42) dan itu adalah rahmat atau berkat Tuhan yang ingin dirayakan bersama Elisabet.

bacaan injil pakai

Yang bisa kita petik, menurut Romo Deriks, bahwa sukacita itu perlu kita bagikan kepada orang lain, supaya mereka juga bersukacita atas berkat yang sudah kita terima. Disadari atau tidak, sudah banyak berkat yang kita terima dari Tuhan dan perlu kita bagikan kepada orang lain.

moderator pakai (2)_1

Moderator Go-Kil Agustus 2022, Pak Edy Pramana.


Bersyukur dan rendah hati

Elisabet tidak cemburu atau iri hati karena Maria mengandung Yesus, Juruselamat, tetapi bersyukur. Iri hati hanya akan membuat kita semakin terpuruk dan arah hidup kita tidak jelas. ”Dengan mensyukuri apa yang kita dapatkan, kita akan terhindar dari iri hati, dengan menerima diri kita apa adanya,” kata Romo Deriks.

Kenapa? Sebab, Tuhan akan menuntut pertanggungjawaban lebih banyak kepada orang yang diberi lebih banyak. Orang pintar akan lebih banyak dituntut dari yang kurang pintar. Yang lebih kaya semakin diharapkan lebih banyak juga, dst. Jadi tidak ada alasan untuk iri hati.

Pertanyaan Elisabet “Siapakah aku ini?” (Luk 1:43) perlu sering kita tanyakan pada diri sendiri agar kita rendah hati, karena pertanyaan ini bisa mengontrol diri kita sebagai manusia yang cenderung dipengaruhi ego yang membuat kita merasa lebih hebat dari orang lain dan menghakiminya.

rawuh2- (2)pakai_3

Peserta Go-kil Agustus 2022 datang dari beberapa wilayah.


“Kita ini bukan siapa-siapa, hanya ciptaan Tuhan yang dicintai Tuhan. Semua dicintai Tuhan. Itu  modal kita. Mari kita hidup dalam kerendahan hati dengan secara rutin bertanya: Siapakah aku ini?” ajak Romo Deriks.

Makna dipilih Tuhan

Mengutip William Barclay, Romo Deriks  menjelaskan bahwa sekalipun Maria diberkati dan berbahagia karena dipilih Allah untuk melahirkan Yesus, tetapi tidak boleh dilupakan bahwa ia juga sangat menderita karena dipilih itu, khususnya pada waktu melihat Yesus mati di salib. “Dipilih oleh Tuhan berarti secara bersamaan adalah mahkota sukacita dan salib penderitaan. Satu logam dua sisi,” katanya.

Meskipun mengalami banyak sukacita dan rahmatNya, di dunia fana ini kita juga mengalami banyak tantangan dan penderitaan. Kita harus mengikuti semuanya itu dengan iman. Ketika menerima berkat, bersukacita, bersenang-senang, tetapi ketika mengalami penderitaan, kesulitan, langsung jatuh seperti tak punya harapan. ”Ini bukan sikap orang yang benar-benar mempunyai iman,” tandas Romo Deriks.

rawh3--- (2)_2

Bu Angela (baris 3, kolom 2) hadir mewakili Wilayah Maria yang akan memandu Go-Kil Oktober 2022.


Dijelaskan, seorang beriman akan menghadapi semuanya itu dengan hati terbuka. Mendapat persoalan dan tantangan hidup yang berat tidak berarti bahwa Allah tidak mendengarkan kita, tidak mencintai kita, melupakan kita. Semuanya  itu ada maksud dan tujuannya.

Orang beriman akan menghadapi segala tantangan dengan keyakinan bahwa Tuhan selalu menyertainya, bahwa Tuhan akan menunjukkan jalan, bahwa Tuhan sedang mempersiapkan dia untuk sesuatu hal.

“Jadi, bapak ibu yang terkasih, jangan pernah menjadi pesimistik menghadapi tantangan dan persoalan. Iman kita diteguhkan melalui itu, dan dengan itu kita bisa berpegang pada janji Tuhan bahwa Ia tidak akan pernah meninggalkan kita. Amin,” kata Romo Deriks menutup renungannya.

peserta tanya jawab-- (2)_1

Menjelang sesi tanya-jawab.


Ringkasan tanya jawab

Mengapa Maria bersukacita padahal dia melanggar adat budaya Yahudi, mengandung tanpa suami, yang akan dihukum rajam? (Pak Simbolon)

Romo Deriks (RD): Maria justru menunjukkan imannya. Ia percaya adat istiadat Yahudi saat itu, tapi jauh lebih percaya pada penyelenggaraan Tuhan. Tuhan yang memulai, Tuhan yang menjalankannya, dan yang akan menyelesaikannya. Ia hanya perlu berpartisipasi dalam rencana Tuhan itu. Tidak takut tapi bersukacita.

Bagaimana menumbuhkan kepercayaan diri pada janji Tuhan kalau kita masih sering mengalami penderitaan padahal sudah berdoa, mengikuti Ekaristi, melakukan pelayanan? (Bu Jeanne Passat).

RD: Kendala utama adalah pola pikir yang salah: kalau kita dekat dengan Tuhan, rajin berdoa, ikut misa, semua beres. Tidak. Yesus tidak pernah mengatakan akan menjawab semua doa kita, tapi berjanji akan selalu  menyertai kita dalam situasi apapun dan menunjukkan jalan. Jika pola pikir kita seperti ini tak akan sulit mempercayai janji Tuhan. Dengarkan Dia dengan hati nurani dalam doa.

Bagaimana saya tahu bukan hukuman Tuhan seperti dialami Zakaria tapi hanya  ketidakberuntungan saya? (Bu Wati)

RD: Allah yang kita Imani adalah Allah yang mengayomi dan mencintai, bukan Allah yang menghukum, marah, seperti  digambarkan Perjanjian Lama. Jangan didikte pemikiran bahwa Tuhan menghukum kita karena dosa kita. Musibah dan bencana terjadi bisa karena kelalaian kita atau orang lain dan karena Tuhan menghargai dinamika alam ciptaanNya seperti dalam bencana alam.

kaling k12 (2)_1

Kaling Kristoforus 1, Pak Setyobudi (baris 4, kolom 4); Kaling Kristoforus 2, Bu Yanti (baris 5, kolom 2).


Mengapa Zakaria dihukum menjadi bisu (Luk 18-21) dan Maria tidak dihukum (Luk 34-38), padahal pertanyaan mereka sama-sama menggunakan logika biasa sebagai manusia untuk sesuatu yang mustahil? (Pak Budi Mandiro)

RD: Zakaria sebagai seorang imam yang sedang bertugas, senior, semestinya sudah matang dalam pengalaman dan iman, sehingga diharapkan jawabannya lebih teguh, lebih positif, bersykur, bukan ragu-ragu. Kepolosan Maria yang masih belia lebih memudahkannya bersukacita mendapat kabar itu.

Apa Langkah-langkah kita untuk mengurangi kekecewaan ketika orang yang kita hormati, lebih senior, lebih rohani, tidak sesuai dengan janjinya, agar dia mengerti? (Bu Lita N)

RD: Dari orang lain, ambil yang baik dan buang yang buruk. Tetapi patokan untuk pertumbuhan iman dan kebijaksanaan kita adalah cara hidup Yesus yang mengedepankan perhatian, kasih sayang, dan pengampunan. Kita pun harus mampu mengampuni diri sendiri untuk bisa mengampuni orang lain.

OMK40pakaini- (2)_1

Paduan suara OMK Kristoforus.


Zakaria bisu karena tidak percaya firman Allah, sedang Maria disebut sebagai wanita yang berbahagia karena percaya firman Allah. Inilah yang menginspirasi saya malam ini. (Pak Legowo)

RD: Ya sangat betul. Dengan patokan Yesus, mari kita bertumbuh dalam iman dan kebijaksanaan. Ini  harus diusahakan, karena tidak terjadi begitu saja seiring pertumbuhan usia.

Butir Permenungan/refleksi

Usai tanya jawab dibacakan butir-buir renungan/refleksi berikut ini oleh moderator.

Butir Permenungan refleksi-page0001-pakaiini saja 


Dipandu Wilayah Kristoforus

Go-Kil Agustus 2022 ini dipandu oleh Wilayah Kristoforus dengan pendampingan Tim SKKS St Bernadet. Bertindak sebagai Pemimpin Ibadat dan Penjawab dua Prodiakon Senior, Bp JC Simbolon dan Bp Djoko Muljono, moderator Bp Edy Pramana, dan operator zoom Rawuh H Harsongko (OMK).

Petugas Bacaan Kitab Suci: Ibu Paiso, Ibu Florentina, dan 2 OMK Angel dan Oni. Untuk Doa Umat ditugaskan 5 OMK, yaitu Michelle, Elang, Cinta, Andiro, dan Marcel. Lagu Pembukaan dan Penutup dibawakan oleh paduan suara OMK Kristoforus dengan organis Bp Felix Lacaden.

lomba-- (2)

Pengumuman SKKS tentang aneka lomba BKSN 2022.


Usai ibadat ada sejumlah pengumuman dari SKKS, antara lain Go-Kil berikutnya bulan Oktober, karena September adalah BKSN, dengan pemandu Wilayah Maria, dan lomba-lomba menyambut Bulan Kitab Suci Nasional (BKSN).

Juga dilakukan evaluasi para petugas bersama Tim SKKS tentang jalannya ibadat Go-Kil dalam suasana santai. Meskipun terjadi sejumlah kendala teknis, penyelenggaraannya dinilai lancar.

Persembahan lagu OMK Kristoforus.


Teks: ps/ Foto-foto: Screenshot/ Video: Karin Melinda Cs

Materi renungan lengkap dari Romo Deriks, klik di sini.

Tags
Go-Kil

Facebook Sanberna

Twitter Sanberna