Romo Lamma: Lewat Berbagai Persoalan Cinta Pasutri Diuji

17 Agustus 2022
  • Bagikan ke:
Romo Lamma: Lewat Berbagai Persoalan Cinta Pasutri Diuji

Misa HUP di Gereja St Bernadet Pinang dipimpin oleh Romo Lammarudut Sihombing, CICM.


Lingkungan Gereja Pinang kembali ramai meskipun misa kedua telah usai. Satu per satu pasangan, juga yang membawa satu keluarga, hadir untuk mengikuti misa. Sudah siap dan kompak dengan baju seragam ataupun warna senada yang mereka kenakan. Meja registrasi juga dipenuhi oleh para petugas dan umat yang hadir.

Itulah sepotong suasana persiapan misa Perayaan Hari Ulang Tahun Perkawinan (HUP) yang diselenggarakan oleh Seksi Kerasulan Keluarga Santa Bernadet, Minggu, 7 Agustus 2022.

Tampil dengan baju batik dan masker yang seragam pasangan Pak Sandi dan Bu Erna sharing tentang perjalanan kehidupan bersama

Pasangan Ibu Erna dan Pak Sandi memberikan kesaksian. Memancing tawa.


Tepatnya jam 11.00 misa dimulai, dipimpin oleh Romo Lammarudut Sihombing, CICM. Saat homili, hadir satu pasangan yang memberi kesaksian kehidupan rumah tangga yang penuh lika-liku, yaitu pasangan Ibu Erna dan Pak Sandi yang telah 30 tahun membangun bahtera rumah tangga.

“Awalnya saya berpikir perbedaan dari kita akan baik-baik saja, hingga akhirnya ternyata menimbulkan perdebatan dan pertengkaran,” kata Pak Sandi.

mercikan air suci

Romo Lamma memberkati pasangan-pasangan dengan memercikkan air suci.


Pak Sandi dan Bu Erna mempunyai latar belakang keluarga yang berbeda, baik etnis, budaya, cara mendidik anak yang diturunkan dari orangtua, hingga perbedaan agama meski akhirnya Bu Erna memutuskan untuk mengikuti iman Pak Sandi.

“Kemudian, meskipun kelihatannya saya 14 tahun lebih muda ya, tapi saya lebih tua 14 tahun, bapak ibu,” kata Pak Sandi memancing tawa ringan umat. Ketika menikah, awalnya berpikir tentang keluarga Bhinneka Tunggal Ika namun diakuinya ternyata sulit juga.

Mengucapkan kembali janji perkawinan oleh suami istri dan anak-anak yang hadir pada misa HUP

Mengucapkan kembali janji perkawinan.


“Pertama menikah Erna cukup sulit mengikuti makanan kami karena banyak B2-nya,”  ujar Pak Sandi lagi-lagi memancing tawa. Dikiranya, dalam perjalanan kehidupan rumah tangga perbedaan-perbedaan macam itu sepele. Ternyata menimbulkan masalah. Setelah puluhan tahun bersama, ternyata mereka sadar bahwa tidak bisa menuntut apa yang diinginkan pasangan.

Kesaksian singkat pasangan Bu Erna dan Pak Sandi lalu disambung Romo Lamma yang mengatakan, “Bersyukur”. Berulang-ulang kata tersebut diucapkan. Di tengah masalah, ada rasa bosan dan juga kepahitan dengan pasangan.

Romo Lamma berharap pasangan-pasangan yang hadir untuk merayakan HUP saat itu selalu bersyukur karena persoalan itulah yang membuat mereka sebagai pasangan suami-isteri diuji untuk sungguh-sungguh menghayati cinta yang sejak awal disampaikan.

Mengucapkan kembali janji perkawinan oleh suami istri dan anak-anak yang hadir pada misa Haupe_2

Mengucapkan kembali janji perkawinan.


Menutup homilinya, Romo Lamma mengucapkan selamat kepada pasangan yang hadir, dengan harapan saling meneguhkan di tengah banyaknya tanggung jawab dan dinamika hidup.

Pada bagian pengucapan kembali janji perkawinan oleh pasangan dan keluarga,  masing-masing memegang lilin yang menyala. Suami, istri, dan anak-anak mengucapkan janji mereka di depan altar. Setelah itu Romo Lamma memberkati mereka dengan memerciki air suci pada pasangan dan keluarga yang hadir.

bersama keluarga kecil merayakan Hari Ulang Tahun Perkawinan

Pasangan Oscar-Mantha dan kedua anaknya, Olivia dan Alexander.


Ketika diwawancara, pasangan Oscar dan Mantha mengaku berkomitmen untuk tetap setia pada janji perkawinan dan mendidik anak-anak. Meskipun perasaan bosan dan tantangan yang terkadang muncul, namun mereka mengatakan selalu menyerahkan segalanya dalam penyertaan Tuhan.

Pasangan Lina dan Martono beserta putranya bernama Daren_2

Pasangan Lina dan Martono yang sudah 14 tahun berumah tangga bersyukur atas penyertaan Tuhan Yesus.


Pasangan lain, Lina dan Martono, menceritakan sudah bersama selama 14 tahun. Menurut mereka, itu bukanlah waktu dan perjalanan yang mudah. Mereka berterima kasih kepada Tuhan Yesus yang menguatkan dan menyertai dalam berumah tangga, termasuk menantikan kehadiran sang buah hati.

Di ujung perayaan misa HUP perwakilan dari Seksi Kerasulan Keluarga (SKK) hadir ke mimbar menyampaikan pesan. Di antaranya ucapan selamat kepada pasangan dan keluarga yang merayakan hari jadi mereka di bulan Januari sampai Juli ini. Juga diucapkan terima kasih untuk Romo Lamma yang telah memimpin misa.

Perwakilan dari Seksi Kerasulan Keluarga Bu Clara Gia Shinta dan Pak Sapta saat Menyampaikan Pesan di Mimbar

Mewakili SKK Bu Clara Gia Shinta dan Pak Sapta mengucapkan selamat dan terima kasih.


Biasanya perayaan HUP dilanjutkan dengan ramah-tamah, namun karena situasi pandemi hanya dirayakan dengan misa syukur saja. Misa perayaan HUP kemudian ditutup dengan berkat. Selepas misa, pasangan-pasangan dan keluarga foto dengan berbagai gaya andalan mereka.

Peliput: Rani Kristanto/ Foto-foto: Rafaela Chandra

Facebook Sanberna

Twitter Sanberna