Foto bersama komunitas ASAK di Sekolah Absis Graharaya, Minggu, 10 Juli 2022.
Di ulang tahun ke-10, Sie ASAK (Ayo Sekolah Ayo Kuliah) mengadakan Misa Syukur di Gereja Pinang dan merayakan ulang tahunnya di Sekolah Absis Graharaya pada 10 Juli 2022. Acara itu dihadiri oleh hampir seluruh anak ASAK, alumni ASAK, pengurus ASAK, serta wakil dari DPH.
Kemasan acara di Absis meriah. Ada berbagai sajian menu, dari sambutan, komentar, kesan dan pesan, games/ice breaking, nyanyi bareng, performance bintang tamu, potong kue ulang tahun dan foto bersama.

Perayaan 1 Dekade ASAK di Sekolah Absis sesudah Misa Syukur di Gereja Pinang.
Mengikuti seluruh rangkaian acara itu tergambar jelas bahwa tugas Tim ASAK sebenarnya tidak hanya mencarikan dana pendidikan untuk anak-anak dari keluarga kurang mampu. Tim ASAK mempersiapkan anak-anak layaknya sebuah keluarga yang mengantarkan mereka menempuh pendidikan.
Dana jelas merupakan faktor penting. Aristo Pratama, salah satu dari enam psikolog ASAK St Bernadet—Kak Aris sapaannya—waktu diwawancara mengatakan, “Buat penyantun terima kasih sudah mau memberikan donasi untuk anak-anak kami, anak-anak ASAK.”
--pakai.jpg?1659255166819)
Kak Aris (kanan) salah seorang dari enam psikolog di ASAK.
Sedangkan Ketua Sie ASAK Paroki Pinang Luisa de Marillac Tiniwati Wiguna berharap, ASAK diperkenalkan kepada banyak umat di paroki kita, “…agar mereka yang mampu dapat tergerak untuk berbagi.”
Sementara Denny Suliawan, salah satu pendiri ASAK St Bernadet yang kini jadi penasihatnya, kepada anak-anak ASAK berpesan, “Selipkan doa untuk para penyantun supaya (kepada) mereka diberikan berkat yang melimpah agar tetap bisa membantu pembiayaan kita semua.”
.jpg?1659255224260)
Dari kiri: Pak Denny, Ibu Tiniwati, dan Ibu Nawan.
Orangtua yang anak-anaknya menempuh pendidikan tahu persis, kalau sudah mencukupi biaya sekolah atau kuliah belum berarti semua urusan beres. Ada banyak persoalan lain yang melekat seiring dengan perkembangan hidup anak-anak.
Kak Aris menceritakan sedikit gambaran soal itu di ASAK. Anak-anak SMA dan kuliah, SMP, kadang juga SD, sering jenuh atau sulit membagi waktu. Permasalahan anak-anak kadang juga terlalu personal, termasuk pubertas pada anak-anak SMP.

Ketua Sie ASAK, Ibu Tiniwati, memotong kue ulang tahun ASAK, didampingi para pengurus.
Kak Aris mengaku harus membatasi diri, tidak mau terlalu jauh intervensi. “Saya cuma kasih arahan, ‘Kamu harus bisa menyelesaikan masalah kamu sendiri gimana pun caranya’,” katanya. Maksudnya, jangan sampai anak-anak mengembangkan sikap ketergantungan.
Contoh masalah lain, anak bingung menentukan jurusan, misalnya mau ke mana, khususnya anak SMA. Sudah kuliah merasa salah jurusan. Merasa tidak enjoy lagi sekolah tetapi maunya tetap pengen ikut ASAK. “Solusinya sih kita berikan konseling atau tes minat bakat untuk melihat penjurusannya ke mana,” kata Kak Aris.

Shasha (MC) dan salah satu anak ASAK menyuguhkan lagu.
Memberikan motivasi kepada anak-anak merupakan bagian penting tugas para pembina. Anak-anak harus terus diyakinkan, terlebih jika merasa buntu, agar tetap optimistik dalam mencapai impiannya.
“Kalian lihat kakak-kakak yang sudah lulus. Kalian bisa contoh bahwa mereka bisa sukses, (berarti) kalian juga bisa sukses,” ujar Pak Denny menyuntikkan dorongan.
-pakai.jpg?1659255382880)
Di ASAK, Leonardo (kanan) paling suka dengan bahasan topik-topik psikologi. Ikut sejak kelas 2 SMU, kini dia kuliah semester 7 di STMI Cempaka Putih.
Katarina Nawan Hatiningsih, Korbid Pelayanan II DPH yang membawahi ASAK, berupaya mengobarkan semangat dalam sambutannya.
“Dalam kesempatan ini, Ibu ingin mengucapkan terima kasih kepada kalian semuanya. Tepuk tangan untuk kalian semua!” Sontak semua tepuk tangan. “Kenapa? Karena Ibu Nawan tahu bahwa kalian, anak-anak ASAK ini, melakukan yang terbaik bagi Tuhan dan membanggakan orangtua kalian. Negara kita ini membutuhkan orang-orang seperti kalian semuanya yang memiliki semangat untuk belajar. Apa pun rintangannya, there is a way, pasti ada jalan.”
Nilai-nilai kerohanian dan budi pekerti mendapat tempat penting di ASAK. Misalnya Bu Tiniwati menekankan agar anak-anak tidak hanya semangat dan serius dalam belajar dan meraih cita-cita mereka. “Sayangilah keluarga kalian, hormat kepada orangtua, kasihilah dan saling membantu dalam keluarga. Dan jangan lupa libatkan Tuhan Yesus selalu dalam setiap langkah kalian untuk mencapai cita-cita kalian,” katanya.
--pakai.jpg?1659255439300)
Acara kuis.
“Tidak ada yang tidak mungkin kalau kita yakin, percaya, dan berdoa,” pesan Pak Denny.
Bu Nawan masih dalam semangat yang sama mengimbau agar anak-anak “… bersedia menjadi pelayan Tuhan, apa pun dan bagaimana pun caranya”.
Dalam acara itu tersirat juga pesan bahwa sukses tak pernah merupakah hasil usaha sendiri. Selalu ada pihak-pihak lain yang ikut andil. Kebaikan hati para penyantun, komitmen para pengurus/pembina, dan dukungan orangtua lewat doa sangat berperan.
--pakai.jpg?1659255488402)
Kak Aris mendampingi anak-anak menyanyikan lagu ASAK.
“Saya sangat-sangat ingin men-support, semoga kita diberi kesehatan, kebijaksanaan untuk terus berjuang untuk kalian semua,” kata Ibu Nawan kepada para pengurus. “Nah, perjuangan kita ini,” pesannya ke anak-anak ASAK, “juga harus disambut dengan baik oleh kalian semua dengan menunjukkan apa? Prestasi!”
Bu Tiniwati berterima kasih kepada anak-anak dan mengapresiasi pengurus yang sudah setia melayani. “Untuk pengurus, baik yang hadir di sini atau pun yang tidak hadir, terima kasih atas kebersamaan kita selama ini. Ada canda, ada tawa, juga sedih, tapi kita hadapi semua dalam pelayanan kita. Kita tetap bersyukur dapat berjalan bersama. Ada pengertian, ada penerimaan, dan saling menghormati perbedaan yang ada,” katanya.
--pakai_1.jpg?1659255722745)
Penampilan bintang tamu.
Jika pendidikan dimengerti sebagai pendampingan anak menuju kemandirian, maka komunitas ASAK bergulat di jalur itu. Yang diupayakan bukan hanya agar anak lulus sekolah atau kuliah, melainkan juga matang secara mental dan kerohaniannya.
Peliput: Livita Wahab, ps (editor)/ Foto-foto: Panitia 1 Dekade ASAK St Bernadet