Romo Matius Tekankan Pentingnya Calon Anggota EJ Memiliki Kerendahan Hati

25 Juli 2022
  • Bagikan ke:
Romo Matius Tekankan Pentingnya Calon Anggota EJ Memiliki Kerendahan Hati

Romo Matius Pawai, CICM, memimpin Misa Pembukaan EJ Angkatan VIII di Balai Metro.


Romo Matius Pawai, CICM, menekankan pentingnya para calon peserta Emmaus Journey (EJ) memiliki kerendahan hati. Ini disampaikannya dalam kotbah Misa Pembukaan EJ Angkatan VIII di Balai Metro Permata, Sabtu pagi (16/7/2022).

Sama seperti kedua murid yang berjalan bersama Yesus menuju Emmaus, kepada mereka diberikan pengajaran selama perjalanan dan di sanalah hati dan pikiran mereka mulai dibukakan sehingga semakin mengerti isi Kitab Suci.

Apabila kita tidak membuka diri untuk menerima firman Yesus dan hanya bersikukuh dengan pengertian kita sendiri, ujar Romo Matius, maka sulit bagi kita untuk mengalami kehidupan baru yang dikehendaki Tuhan untuk kita.

Hujan lebat malam sebelumnya dan banjir menyebabkan banyak calon peserta EJ batal hadir. Namun mereka yang bisa datang tetap bersemangat.

Seluruh calon peserta Emmaus Journey angkatan ke-VIII berfoto bersama pada akhir acara--pakai

Sebagian peserta Emmaus Journey Angkatan VIII berfoto bersama di akhir acara.


86 calon peserta

Usai misa, acara yang dimulai sejak pukul 08.00 itu dilanjutkan dengan sesi berikutnya, diawali dengan lagu Mars Emmaus Journey oleh koor EJ Sanberna yang dipimpin Bu Yenny dan Pak Margot.

Ketua Panitia Bp Indra Goenawan (Pak Igoen) selanjutnya menyampaikan sambutan. Ia berterima kasih kepada panitia yang telah membantu kelancaran acara dan proses pendaftaran peserta baru.

Pak Igoen juga menyemangati peserta baru Program Pembelajaran Kelompok Spiritualitas Kitab Suci EJ itu agar bisa menjalani pembelajaran sampai tuntas,  menyusul 7 angkatan sebelumnya.

Pembelajaran tersebut akan berlangsung 9 bulan dan panitia telah bekerja keras mempersiapkan acara pengenalan EJ yang dimulai dengan misa tersebut dengan tema “Indahnya Berjalan bersama Yesus”.

EJ Angkatan VIII diikuti oleh kurang lebih 86 calon peserta dari wilayah Agustinus, Albertus, Hubertus, Maria Goretti, Anna, Joseph, Isidorus, Elisabet, Antonius, Fabiola, Monika, Fransiskus Xaverius, Kristoforus, Theresia, Ignatius Loyola, Petrus, Sesilia, komunitas Simeon-Hanna, dan akan dipandu oleh 49 Fasilitator.

Tidak ada “alumni Emmauser”

Sesi utama adalah pengenalan EJ. Dibawakan Bp FX. F. Eddy Badarudin, salah satu perintis program EJ yang memperkenalkan metode pemuridan ini di parokinya sendiri, yaitu Paroki Serpong.

Eddy Badarudin terima kenangan dari Pak Kuswantoro setelah ngopo--pakai

Bp Eddy Badarudin (kiri) menerima kenang-kenangan dari Bp Kuswantoro usai membawakan materi pengenalan Emmaus Journey.


Pak Eddy bercerita, awalnya dia dan beberapa pengurus paroki yang jumlahnya tidak banyak harus mengurus lebih dari 100 orang umat. Keterbatasan umat yang mau melayani itu mendorong dia dan teman-temannya untuk mencari “jiwa-jiwa” yang mau diutus menjadi pewarta demi melayani ratusan orang umat.

EJ pertama kali diselenggarakan di Paroki Serpong tahun 2001 dan berhasil menarik minat 24 orang, meskipun di sesi akhir hanya 12 orang yang berhasil menyelesaikan program pembelajaran hingga tuntas, sama seperi jumlah murid Yesus.

Setelah kesuksesan tersebut, maka program EJ pun diperkenalkan kepada paroki-paroki lain di Keuskupan Agung Jakarta (KAJ). Saat ini sudah ada ratusan Emmauser dari berbagai paroki yang berada di bawah naungan KAJ. “Emmauser,” kata pak Eddy, “diutus bukan hanya selama sesi pembelajaran, tetapi seumur hidup.”

Oleh sebab itu tidak ada istilah “alumni Emmauser”, karena tugas perutusan untuk mewartakan firman dan melayani dalam Gereja sebagai komitmen untuk mengikuti Yesus harus dilakukan seumur hidup. Ini mencakup juga kebiasaan-kebiasaaan baru seperti menjadikan firman dan perenungan sebagai bagian dari hidup sehari-hari. Dengan demikian, semakin banyak umat yang dipanggil untuk mewartakan firman maupun berkarya dalam pelayanan Gereja.

Situs KKKS KAJ menyebutkan, atas dorongan Romo Vikjen Samuel Pangestu, Gerakan EJ resmi menjadi bagian dari Komisi Kerasulan Kitab Suci KAJ pada tahun 2017.

Panitia EJ angkatan VIII--pakai

Panitia EJ Angakatan VIII membuat rantai doa dan menikmati sarapan sebelum acara.


Sesi utama disusul sesi sharing dari Emmauser angkatan ke-VII, Mas Yusup dan Ibu Jetty. Mereka berbagi pengalaman tentang hidup dan sifat mereka yang dikatakan “diproses Tuhan selama mengikuti  Emmaus Journey”.

Acara ditutup dengan sesi perkenalan dengan Fasilitator masing-masing grup serta foto bersama Bapak Eddy dan seluruh calon peserta EJ Angkatan ke VIII.

Teks dan Foto: Tim EJ VIII

Tags
ej

Facebook Sanberna

Twitter Sanberna