Peserta Rekoleksi Wanita Katolik RI St Bernadet sempat Terganjal Ganjil-Genap

23 Juli 2022
  • Bagikan ke:
Peserta Rekoleksi Wanita Katolik RI St Bernadet sempat Terganjal Ganjil-Genap

Rekoleksi di Villa Bumi Cimacan dipimpin oleh Pastor Martinus W Kowe, OFM.


Memanfaatkan hari libur nasional Idul Adha, Wanita Katolik RI Dewan Pengurus Cabang Santa Bernadet mengadakan rekoleksi di Villa Bumi Cimacan Puncak, Sabtu-Minggu, 9-10 Juli 2022.

Mengawali dengan doa, rombongan 4 mobil peserta berangkat beriringan dari Pinang Sabtu pagi pukul 05.00. Karena waktunya akhir pekan, perjalanan sebagian peserta sempat terganjal aturan ganjil-genap kawasan Puncak yang sudah diberlakukan sejak Jumat siang.

Pastor dan Musa==pakai_1

Pastor Martinus menyampaikan materi rekoleksi.


Akibatnya 2 di antara 4 mobil itu, yaitu 1 mobil pribadi dan 1 Hiace yang berisi banyak penumpang, harus mencari jalan alternatif dengan memakai jasa penunjuk jalan, seorang lelaki bersepeda motor, sehingga bisa menemukan lagi jalan utama menuju lokasi.

Sesampainya di Villa, rombongan disambut tim yang sudah datang lebih dulu, yaitu Ibu Aloysia Ade, Ibu Pauline, dan Ibu Elianti yang telah melakukan bebagai persiapan. Fasilitas 7 kamar dan 1 ruang besar di lantai 2 lebih dari memadai untuk menampung peserta yang berjumlah 26 orang.

lesehan-----

Rekoleksi diselenggarakan dalam gaya dan suasana santai, lesehan.


Acara rekoleksi dipimpin oleh Pastor Martinus W Kowe, OFM, mulai pukul 10.00 sampai malam hari, diselingi ice breaking untuk menjaga daya tahan dan kesegaran para peserta.

Setelah ditutup dengan Perayaan Ekaristi dan sesi foto bersama pastor, peserta sepakat untuk menyelesaikan agenda Rapat Anggota Ranting (RAR) yang cukup menguras tenaga dan pikiran malam itu juga. Semua bisa berjalan lancar sebelum istirahat malam.

Misa dulu--pakai

Perayaan Ekaristi menutup acara rekoleksi.


Minggu paginya pukul 09.00 peserta beranjak meninggalkan villa menuju Pinang. Perjalanan pulang yang menempuh waktu sekitar tiga jam lancar tanpa kendala berarti.

Pelayan, Penuntun, dan Pemimpin

Tema rekoleksi cukup panjang: Bersatu dalam Perbedaan, Bersatu Hati dalam Karya Pelayanan di Gereja, Bersatu Hati dalam Pelayanan Masyarakat Lintas Agama. Berlangsung dalam 3 sesi sampai malam hari.

Pastor Martinus W Kowe, OFM, mengajak peserta untuk melihat dan menyadari Wanita Katolik RI dalam tiga dimensi, yaitu sebagai pelayan, penuntun, dan pemimpin.

Senam kah--pakai

Pastor Martinus tahu, peserta banyak yang diserang kantuk, sehingga melakukan ice breaking dengan mengajak joget bareng.


Pastor Martinus menyampaikan beberapa butir renungan. Pertama, bahwa pemimpin harus bisa mengarahkan orang lain untuk mengatasi persoalannya sendiri tanpa dia sendiri memaksa diri untuk campur tangan langsung. Dengan begitu, beban tidak selamanya di pundak pemimpin, tetapi menjadi tanggung jawab bersama.

Kedua, membangun jembatan dalam perbedaan ditempuh dengan jalan melakukan komunikasi antar-disiplin ilmu, membuka diri untuk mengetahui realitas secara lebih utuh dan lengkap. Penting bagi kita untuk memulai proses perjumpaan, proses yang membangun bangsa sekaligus memampukan kita untuk menerima perbedaan-perbedaan.

Senam SKJ--pakai

Senam kesehatan jasmani (SKJ) pagi hari untuk kesegaran jiwa-raga. Peserta lain jalan-jalan pagi di sekitar villa.


Ketiga, kebaikan hati membebaskan kita dari kekejaman yang terkadang merasuki hubungan antar- manusia dan membebaskan kita dari kecemasan yang menghalangi kita untuk memikirkan orang lain.

Akhirnya, pengakuan sejati terhadap yang lain hanya dimungkinkan oleh kasih. Mau bersatu hati kadang-kadang kita perlu bersakit hati terlebih dahulu dan pengorbanan diri.

foto bareng-COVER--

Foto bareng sebelum pulang menuju Pinang.


Teks: Intan (Humas)/ Foto-foto: Peserta Rekoleksi

Tags
WKRI

Facebook Sanberna

Twitter Sanberna