Romo Lamma di tengah anak-anak ASAK dan tim pengurusnya.
Tim Ayo Sekolah Ayo Kuliah (ASAK) St Bernadet Paroki Pinang sudah berusia 10 tahun dan berjalan dengan baik. Dalam kurun waktu itu lebih dari 130 anak telah merasakan bantuan pendidikan yang diberikannya dan 17 anak sudah lulus sarjana.
Data tentang jumlah anak yang menerima bantuan pendidikan tersebut terungkap dalam sambutan Ketua Sie ASAK Paroki Pinang Luisa de Marillac Tiniwati Wiguna—yang akrab disapa Bu Tini—pada Misa HUT ASAK ke-10 di Gereja St Bernadet, Minggu (10/7/2022).
ASAK merupakan program Keuskupan Agung Jakarta (KAJ) yang diluncurkan pada tahun 2007 sebagai karya kasih umat Katolik untuk membantu pendidikan anak-anak yang kurang mampu di berbagai paroki.
Bu Tini mengatakan, meskipun umat St Bernadet saat ini masih berjuang untuk membangun gereja dengan berbagai tantangan dalam kehidupan sehari-hari, terutama dalam masalah dana pendidikan, namun gerakan ASAK tetap bisa menjalankan peran pelayanannya.

Luisa de Marillac Tiniwati Wiguna, Ketua Seksi ASAK Paroki Pinang.
Oleh sebab itu Bu Tini mensyukuri usia 10 tahun ASAK St Bernadet karena, katanya, “Gerakan ASAK boleh menjadi salah satu solusi dan harapan bagi anak-anak dari keluarga yang kurang mampu dan mengalami kesulitan melanjutkan pendidikan mereka.”
Sedangkan Romo Lammarudut Sihombing, CICM, dalam misa yang dipimpinnya itu, menyampaikan apresiasinya karena komunitas ASAK memberikan pelayanan yang konkret, khususnya membantu umat yang kurang mampu melanjutkan studi.
“Maka tempat ini (ASAK, red) menjadi sangat penuh berkat untuk mereka yang ingin mempersiapkan masa depannya lewat pendidikan,” ujar Pastor Kepala Paroki Pinang itu.
Dalam Misa Minggu sore, 10 Juli 2022, lewat homilinya Romo Matius Pawai, CICM, juga menggemakan ajakan kepada umat untuk bisa menolong sesama dengan ambil bagian dalam donasi bagi anak-anak ASAK sebagai sesama. Ajakan itu mengambil inspirasi dari bacaan Injil hari itu, Luk 10:25-37, Orang Samaria yang murah hati.

Anak-anak ASAK mengiringi Misa Syukur ulang tahun ke-10 ASAK St Bernadet.
Sementara itu Pak Denny Suliawan, salah seorang pengurus ASAK St Bernadet, mengatakan bahwa 10 tahun merupakan waktu yang luar biasa Tuhan berikan untuk ASAK ini. “Kalau kita lihat, mereka (anak-anak ASAK) hadir dari keluarga yang untuk kuliah itu merupakan suatu mimpi. Jadi saya sangat bersyukur atas hadirnya program ASAK di Santa Bernadet,” katanya.
Bu Tini menjelaskan, dalam Tim ASAK sendiri ada 23 anggota pengurus, di antaranya seksi penyantun, seksi survei, pembina, dan seksi pemerhati anak yang bertugas untuk memberikan bimbingan psikologis untuk anak-anak.
Kegiatan ASAK, selain bantuan pendanaan, juga memberikan bimbingan dan motivasi untuk anak-anak pesertanya bahwa mereka juga bisa bersekolah dan sukses.
Setiap satu tahun, anak-anak ASAK mengikuti ASAK Edu Fair yang diselenggarakan oleh KAJ untuk mendapatkan gambaran pendidikan yang mungkin bisa mereka diskusikan dengan orangtua masing-masing. Tidak hanya anak-anak, orangtua juga mendapatkan pendampingan tiap tiga bulan sekali.

Kolekte dalam Misa Syukur HUT ke-10 ASAK St Bernadet, 10 Juli 2022.
Kristian hanyalah salah satu anak yang beruntung mendapat bantuan ASAK sejak kelas 3 SD. “Awalnya tahu ASAK dari gereja, lalu diberi tahu teman-teman, terus didaftarin sama orangtua,” kata anak yang kini sudah kelas 3 SMP Sekolah Sang Timur itu.
Pak Denny mengatakan, kendala utama memang mengumpulkan dana dari para penyantun dan donatur. ”Itu merupakan suatu perjuangan, terutama pada masa pandemi ini banyak yang sebelumnya menyantuni jadi stop atau mengurangi,” jelasnya.
Tapi bukan hanya dana masalahnya. Perwakilan Tim ASAK juga menyampaikan bahwa kesulitan datang dari anak-anak ASAK sendiri, seperti merasa kurang percaya diri, sehingga harus terus diberikan motivasi agar yakin bahwa mereka juga bisa sukses.
Masalah lain disampaikan oleh Aristo Pratama, salah satu psikolog di Tim ASAK. Anak-anak sering merasa jenuh, sulit membagi waktu, bahkan sering juga masalahnya terlalu personal.

Para alumni ASAK St Bernadet yang sudah lulus kuliah menghadiri Misa Syukur.
“Solusinya, saya cuma kasih arahan bahwa ‘kamu harus bisa menyelesaikan masalah kamu sendiri gimana pun caranya. Jangan sampai kamu tergantung saya’, gitu,” kata Arist.
Usia ASAK 10 tahun dengan berbagai prestasi dan permasalahannya bagaimanapun masih membersitkan harapan. Seperti harapan Pak Denny, semoga ASAK St Bernadet terus menjadi program yang didengar oleh umat sehingga bisa menjadi wadah untuk saling membantu anak-anak yang ingin mendapat pendidikan yang baik.
“Kami juga berharap semua anak-anak di paroki ini bisa bersekolah setinggi-tingginya, bahkan sampai sarjana. Jadi anak-anak harus semangat, dan kami siap membantu,” ungkap Pak Denny.
Disampaikan juga pesan bagi keluarga-keluarga yang memang perlu dibantu agar tidak ragu untuk mencari tahu mengenai bantuan pendanaan dari ASAK. Dengan begitu, baik pihak ASAK maupun orangtua ikut terlibat dalam melaksanakan program dari keuskupan ini.

Tim ASAK menerima kedatangan peserta Misa Syukur.
Seusai Misa Syukur 10 tahun ASAK di Gereja Pinang yang mendapat tepuk tangan meriah umat, acara dilanjutkan dengan ramah-tamah di Aula Sekolah Abdi Siswa Bintaro.
Peliput: Rani Kristanto, Livita Wahab, Rafaela Chandra, ps (ed)/ Foto-foto: Rafaela Chandra