Hari Komunikasi Sosial: Mendengarkan dengan Telinga Hati

1 Juni 2022
  • Bagikan ke:
Hari Komunikasi Sosial: Mendengarkan dengan Telinga Hati

Romo Matius Pawai, CICM, memimpin Misa Hari Komunikasi Sosial Sedunia ke-56.


Hari Komunikasi Sosial sedunia ke-56 ini dirayakan pada 29 Mei 2022, bertepatan dengan Minggu Paskah VII. Paus Fransiskus menyampaikan tema “Dengarkan”. Berkenaan dengan tema tersebut Konferensi Waligereja Indonesia (KWI) menetapkan tema untuk Hari Komunikasi Sosial (Komsos) sedunia yang berbunyi: “Mendengarkan dengan Telinga Hati”

Cover

Pesan Bapa Suci pada Hari Komunikasi Sosial Sedunia ke-56. (dok. KWI).


Tim Komsos Santa Bernadet dan anggota keluarganya ikut merayakannya dengan bertugas koor pada Misa Minggu VII, 29 Mei 2022, pukul 08.30 di Gereja Pinang. Seperti biasa, anggota Komsos yang lain tetap bertugas live streaming agar umat yang berada di rumah tetap dapat beribadat.

Akibat pandemi umat banyak merasakan dampaknya. Salah satunya pembatasan kuota dalam mengikuti misa. Dalam masa pandemi tersebut, Tim Komsos Santa Bernadet bersyukur dapat ikut andil dalam penyelenggaraan misa dengan sarana komunikasi live streaming bagi umat yang tidak dapat ke gereja karena pembatasan kuota.

koor ficia2--Bunda Penolong abadi (2)

Koor Tim Komsos St Bernadet dalam tugas.


“Masa pandemi mereka (awak Komsos) sangat luar biasa membantu kita,” kata Romo Matius memberikan apresiasi dalam khotbahnya.

Romo Matius menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas segala pelayanan yang diberikan Tim Komsos Santa Bernadet. “Kalau Komsos ini tidak ada, pada level keuskupan, paroki, bahkan di lingkungan, selama masa pandemi ini kita hanya bisa duduk saja. Tetapi Puji Tuhan mereka ada, sehingga kita bisa ikut kegiatan,” tambahnya.

Lektor--_2

Lektor.


Romo Matius bersyukur atas pelayanan yang diberikan Komsos, tidak hanya untuk  misa saja, namun juga kegiatan lain seperti doa novena, rapat, dan kegiatan komunitas yang diadakan melalui media sosial,

Ketua Seksi Komsos Santa Bernadet Kevin Meydio menyampaikan rasa syukur dan suka citanya karena bisa membantu umat, tidak hanya di Paroki Ciledug namun bahkan juga umat katolik di luar Indonesia yang mengakses misa live streaming. “Dari Komsos, secara general cukup senang bisa membantu umat Bernadet, walaupun pada akhirnya ternyata umat dari luar Indonesia juga terbantu,“ katanyan.

Pemazmur--

Pemazmur.


“Selama pandemi ini, Komsos bersyukur dan bersuka cita dapat menjembatani umat dalam beribadah dan bisa menjadi sarana komunikasi yang baik untuk umat Santa Bernadet,” imbuh Kevin.

Tantangan Tim Komsos

Selama pandemi umat terbantu untuk dapat berkegiatan melalui media sosial. Namun ternyata tantangan yang dihadapi Tim Komsos adalah setelah pandemi.

“Justru setelah pandemi ini ya tantangannya yang dirasakan. Mungkin ke depan kita sudah tidak live streaming, lalu bagaimana Komsos tetap punya peran dan umat dapat merasakan kehadiran Komsos ini sendiri?” kata Septian Hermawan, Korbid Pewartaan II yang membawahi Seksi Komunikasi Sosial.

Bunda penolong--

Lantunan lagu Bunda Penolong Abadi oleh koor Komsos.


Pesan dan Harapan

Romo Matius menyampaikan pesan tidak hanya untuk Tim Komsos, namun juga seluruh umat agar dapat menggunakan teknologi komunikasi dengan baik.

“Tuhan telah memberikan talenta dan kemampuan untuk kita dapat menggunakan alat-alat komunikasi. Panggilan bagi kita adalah bagaimana dapat menggunakannya sebijaksana mungkin supaya membantu kita berkembang dan bertumbuh secara seimbang,” pesan Pastor Rekan Paroki Ciledug itu.

Koor (2) pek

Arya (kiri) tetap bertugas untuk live streaming sementara anggota Komsos lain bertugas koor.


Dari Tim Komsos juga ada keinginan untuk berkembang ke arah yang lebih baik. “Tentu ingin berkembang ke arah yang lebih baik lagi, baik secara penyampaian pesan, audiovisual, dalam menulis dan juga di socmed (social media),” kata Kevin.

Ia juga berharap semoga Komsos lebih besar dari segi jumlah anggota serta ingin memberikan output atau produk yang belum pernah dikerjakan sebelumnya. Bagi Septian, Komsos ingin menjadi mata dan telinga untuk Paroki.

“Harapannya kita bisa bareng-bareng untuk apa yang dilakukan ke depannya. Dapat menjadi mata dan telinga tidak hanya untuk paroki namun juga untuk umat,” kata Septian.

koor ficia (2)--

Koor Komsos St Bernadet usai bertugas di Misa Hari Komsos Sedunia ke-56.


Paus Fransiskus menyampaikan bahwa manusia sering kali tidak mau mendengarkan. Kita harus belajar dari Allah yang selalu setia mendengarkan segala keluh kesah kita. Bagi Paus, mendengarkan adalah bentuk nyata kasih Allah serta merupakan wujud cinta dan iman.

Teks: Rani Kristanto/ Foto-foto: Ficia, Kevin, Screenshot/Document Uploader: Jassen


Teks lengkap pesan Paus Fransiskus pada Hari Komunikasi Sosial Sedunia Ke-56, klik di sini.

Tags
Komsos
Misa

Facebook Sanberna

Twitter Sanberna