Rekoleksi Emmaus Journey Angkatan VII: Melayani dengan Hidup

20 Mei 2022
  • Bagikan ke:
Rekoleksi Emmaus Journey Angkatan VII: Melayani dengan Hidup

Rangkuman Pemaparan Romo P.J. Budi Santoso, MSC pada Rekoleksi Emmaus Journey Angkatan VII, 30 April 2022.

Pengantar: Empat etape/tahap perjalanan emmauser.

Etape I: Dua orang murid berjalan bersama ke Emaus dalam kekecewaan, kebingungan, keraguan, keputusasaan, kehilangan visi, kehilangan kepercayaan terhadap Yesus sebagai Sang Mesias. Ketika menghadapi kesulitan hidup yang berkepanjangan, mengalami keadaan yang tidak sesuai dengan harapan, orang bisa kehilangan visi hidup, mempertanyakan kepedulian Tuhan, dengan segala kekecewaan seperti dua murid Yesus di jalan ke Emaus.

Etape II: Di saat seperti itu, Yesus berinisiatif hadir dalam perjumpaan di jalan. Yesus menyertai, menguatkan, meneguhkan dengan firman-firman dan teladan-Nya. Seorang emmauser ketika membaca Kitab Suci dan merenungkannya, dia sedang berjalan bersama Yesus. Yesus yang akan banyak berbicara kepadanya. Maka emmauser hendaklah menjadi perenung yang reflektif, meditatif, kontemplatif, untuk bisa mendengarkan Yesus berbicara.

Etape III: Di persimpangan jalan, sang murid mengundang Yesus tinggal di rumahnya. Ketika Yesus hadir, ada perjamuan; makan bersama, mengingatkan kenangan akan perjamuan dengan Tuhan, menyadarkan akan kebangkitan-Nya yang menang terhadap kematian. Seperti murid yang mempersilakan Yesus tinggal di rumahnya di Emaus, seorang emmauser, sesibuk apapun, harus berani mengundang Yesus setiap hari dengan mempersiapkan ruang dalam batinnya untuk kehadiran-Nya.

ROMO BUDISAN

Romo P.J. Budi Santoso, MSC.


Etape IV: Mewartakan kebangkitan Tuhan dan apa yang telah dialami bersama-Nya. Ujung dari perjalanan emmauser setelah mengalami hati yang berkobar-kobar adalah misi untuk mewartakan sekaligus melayani. Supaya orang mengenal Yesus; kasih, pengampunan, dan jalan yang telah ditunjukkan-Nya, sebagaimana pernah dikatakan-Nya, “Akulah jalan dan kebenaran dan hidup.”

Melayani dengan Hidup

Sesi 1: Aku Sang Emmauser

Siapakah emmauser? Orang yang terpanggil, yang mau bersama Yesus mendalami firman-Nya dan mau mewartakannya; tidak hanya dengan kata-kata, tetapi juga dengan perbuatan/pelayanan.

Emmaus Journey (EJ) merupakan salah satu program Kerasulan Kitab Suci yang bertujuan untuk membantu umat Katolik lebih menghayati firman-firman-Nya dan menerapkan ajaran-Nya dalam kehidupan sehari-hari.  Melalui program ini secara bertahap para peserta EJ akan terarah untuk menjalani kehidupan Kristiani yang mendasar, berbuah dan terfokus.

Peserta EJ: setiap umat Katolik yang berminat mengenal Yesus lebih dekat dan meningkatkan kehidupan rohaninya. Kesetiaan dalam keseharian bersama Yesus dengan firman-Nya, itulah yang akan lebih mengubah kita. Dengan hanya memperoleh sertifikat EJ tanpa setiap hari membaca Kitab Suci, tanpa setiap hari “ber-emmaus” bersama Yesus, tidak akan banyak mengubah kita.

gambar 1 ke emmaus_1

Dua orang dari murid-murid Yesus pergi ke sebuah kampung bernama Emmaus. (Luk 24:13)


Setiap hari kita harus mengundang Yesus. Ada waktu untuk hening, ada waktu untuk time for being, waktu untuk secara personal bersama Yesus. Inilah perjumpaan yang akan membuat kita happiness, menggembirakan, meneguhkan, mencerahkan. Tanpa perjumpaan sehari-hari, kita tidak akan menemukan berkat yang banyak dan yang mengubah kita.

Sketsa Perjalanan Emaus (Lukas 24:13-35)

Murid yang sedang ragu-ragu, berbeban berat, letih-lesu, hilang harapan, putus asa—Yesus berinisiatif. Berjalan Bersama—Mendengarkan Yesus yang meneguhkan, mencerahkan, menguatkan—Mengajak Yesus tinggal di rumahnya – Merasakan perjumpaan yang menyemangati, yang berkobar-kobar, yang antusias – Mewartakan & melayani.  Itulah tahapan yang harus dialami seorang emmauser.

Sketsa Perjalanan Hidup Kita

Lahir – Kenal Yesus melalui katekumen – Dibaptis – Perjumpaan dengan Yesus melalui sakramen-sakramen – Mengikuti Perjamuan Ekaristi – Mewartakan dan melayani; memberi kesaksian-kesaksian hidup – Mengalami kematian dan dibangkitkan bersama Yesus – Mengalami perjamuan abadi di surga.

dibuntuti yesus

Ketika mereka sedang bercakap-cakap dan bertukar pikiran, datanglah Yesus sendiri mendekati mereka, lalu berjalan bersama-sama dengan mereka. (Luk 24:15).


Kisah EJ ini paling baik dipahami sebagai suatu pemaparan tentang isu perjumpaan dan pengenalan, yang secara khusus berfokus pada pertanyaan: ”Bagaimana seseorang mengenali Kristus yang bangkit?” Hal tersebut berkaitan dengan evolusi kesadaran kedua murid, dari keputusasaan karena kematian Kristus menuju keimanan akan kebangkitan-Nya.

Kisah ini digunakan untuk mengetahui pertumbuhan rohani Kristiani. Dipandang sebagai suatu model perjalanan atau peziarahan seorang Kristen menuju keimanan yang lebih dalam, dan sebagai suatu sarana untuk membantu orang lain melakukan perjalanan yang sama.

With Him and in Him: • Live Experience • Awareness • Growth • Happiness.

EJ artinya with Him and in Him. Bersama Dia dan di Dalam Dia. Tuhan hadir dalam seluruh pengalaman hidup, baik suka maupun duka, untung dan malang, sehat dan sakit, diterima dan ditolak, dicinta dan dibenci, dipuji dan dicaci, gagal dan berhasil. Jika berada bersama Dia dan di dalam Dia, tak ada yang perlu ditakuti, dicemaskan, ketika mengalami hal-hal buruk. Tidak lari mencari kompensasi tetapi berani menghadapi setiap persoalan; pasti ada solusi. Karena ada kesadaran bahwa sedang bersama Yesus dan di dalam Yesus.

ketemu yesus==

"Tinggalah bersama-sama dengan kami, sebab hari telah menjelang malam dan matahari hampir terbenam." (Luk 24:29a)


Sesi 2: Setia Melayani dengan Hati dalam Situasi Apapun

Untuk apa kita membaca Kitab Suci, berjumpa dengan Yesus, merasa berkobar-kobar, dan bersemangat? Apakah untuk diri sendiri? Pasti tidak. Seorang emmauser yang sudah mengalami perjumpaan dengan Yesus dari hari ke hari, semakin lama makin kuat, berkualitas, mendalam hidup dan imannya, pasti dengan sendirinya akan keluar suatu energi untuk mewartakan dan melayani.

Kalau hidup kita belum mendalam, nanti yang diwartakan bukan Yesus, tetapi yang diwartakan adalah diri sendiri; kehebatan, kepintaran, kekayaan, kemampuan, keberhasilan kita sendiri.

Bagaimana mewartakan Yesus yang bangkit di masa kini, sedangkan kita tidak bertemu langsung secara fisik dengan-Nya? Melalui pelayanan dengan hati. Hati yang punya pengalaman mencintai dan setia terhadap Yesus, dalam situasi apapun. Ada kalimat dalam bahasa Latin: servite et amate, melayani dengan hati. Emmauser harus melayani dengan hati yang sudah beriman, berkobar-kobar, bertemu dengan Yesus. Oleh karena itu supaya bisa melayani dengan hati, temukan passion kita!

pecah roti

Ketika itu terbukalah mata mereka dan merekapun mengenal Dia. (Luk 24:31)


Passion adalah gairah besar untuk melakukan sesuatu yang disukai/dianggap penting. Sejauh mana gairah kita untuk mencintai Kitab Suci, mencintai perjumpaan dengan Yesus setiap hari, lalu untuk melayani/mewartakan kepada orang lain.

Menurut Profesor J. Vallerand (psikolog, motivator dan edukator), passion dibagi menjadi dua tipe: 1. Passion Obsesi;  2. Passion Harmoni.

Kedua tipe passion tersebut memiliki efek berbeda yang dapat berdampak pada individu yang bersangkutan. Aku bergairah besar atau tidak, aku tulus ikhlas atau tidak dalam pelayanan; itu tergantung dari passion mana yang dimiliki.

1. Passion Harmoni, merupakan passion yang positif. Seorang individu dapat melakukan sesuatu karena senang, cinta dan seirama dengan hal yang disukai itu. Contohnya apabila menjadikan hobi kita sebagai pekerjaan atau sumber pendapatan.

Passion Harmoni membuat kita lebih bahagia, karena dalam aktivitas sehari-hari tidak ada konflik antara aktivitas dengan nilai pribadi yang dianut. Sehingga langkah yang akan diambil menjadi terorganisir serta memiliki tujuan yang jelas.

2. Passion Obsesi, adalah faktor eksternal yang menjadi landasan dan dorongan dari aktivitas kita, contohnya mendapatkan gaji untuk dapat menafkahi keluarga. Ini misalnya passion karena jabatan, karena honor. Berbeda dengan passion harmoni yang akan membuat kita bahagia, passion obsesi merupakan passion yang membuat kita terpaksa untuk menjalani suatu aktivitas, walaupun tidak sesuai dengan nilai pribadi kita. Sehingga efeknya akan membuat kita seperti robot atau kaku, karena tidak memiliki kemampuan untuk mengontrol hasil akhir yang mungkin tidak sesuai dengan keinginan kita.

kitab suci

Emmauser harus mencintai Kitab Suci, mencintai pewartaan, mencintai pelayanan.


Maka sebagai emmauser kita harus mengarah, membina diri sampai kepada: aku harus mempunyai passion harmoni, yang tulus ikhlas tergerak dari dalam karena memang berkobar-kobar hatiku. Antusias, bukan karena paksaan dari luar. Aku mencintai Kitab Suci, mencintai pewartaan, mencintai pelayanan, maka pelayanan itu menjadi menyenangkan, membuat aku bahagia dalam hidup.

Pemberian Diri Utuh. Tidak hanya bekerja karena tugas. Namun lebih karena memiliki integritas; cinta, sikap jujur (tulus, apa adanya), konsisten, komitmen, berani dan dapat dipercaya, rela berkorban.

Melayani dengan gembira. Ada masalah, ada konflik, ada tantangan, tetapi harus ada keceriaan, gembira, hati yang berkobar-kobar, antusiasme. Gembira: lakukanlah semua pekerjaan & pelayanan dengan gembira dan tulus-ikhlas. Maka semuanya akan terasa lebih mudah dan lebih menyenangkan.

Untuk Kemuliaan Allah. Untuk apa kita melayani? Untuk kemuliaan Allah. Maka temukan Dia dalam pelayanan. Tuhan pasti ada di situ. With Him and in Him. Kalau kita bekerja bersama Dia dan di dalam Dia, bisa temukan Dia dalam pelayanan, orang lain akan melihat Yesus di dalam pelayanan kita. Tanda-tandanya: kata-kata yang menyejukkan, mendamaikan, meringankan dan membahagiakan hidup.

MOGGO MAMPIR==_1

Seorang emmauser, sesibuk apapun, harus berani mengundang Yesus setiap hari dengan mempersiapkan ruang dalam batinnya untuk kehadiran-Nya.


Maka kita bisa menjadi Agent of Change. Agen yang bisa mengubah. Mulailah dari sabda yang kita renungkan, menjadi sabda yang hidup, yang punya kekuatan daya-daya ilahi untuk mengubah orang. Perjalanan emmauser berujung pada panggilan untuk ambil bagian dalam pewartaan, meyakinkan dan menyelamatkan orang lain bersama Yesus di dalam Yesus, melalui kehadiran kita. ***

Perangkum: bm/ Foto-foto ilustrasi: Screenshot/Foto-foto Ilustrasi Luk 24:13-35: freebibleimages.org, Istimewa

Tags
ej

Facebook Sanberna

Twitter Sanberna