Romo Matius Pawai, CICM, memimpin Misa Minggu Palma di Gereja Pinang, Minggu, 10 April 2022.
Romo Matius Pawai, CICM, memuji umat Santa Bernadet dalam menyambut Pekan Suci 2022, baik semangatnya setelah ada penyesuaian dengan level PPKM, maupun ketulusan kerja panitia, para petugas liturgi dan semua umat yang terlibat dalam berbagai bentuk pelayanan lainnya.

Pembacaan Kisah Sengsara menurut Injil Lukas.
“Luar biasa, umat keren! Umat tetap aktif dan tetap bersemangat,” ujar Romo Matius ketika diminta kesan dan pesannya usai mempersembahkan Misa Minggu Palma di Gereja St Bernadet Pinang, Minggu pagi, 10 April 2022.

Informasi Ketua TGKP: Misa Minggu Palma di Gereja Pinang pagi hari dihadiri oleh 243 umat.
Romo Matius mengatakan, Minggu Palma tahun 2022 ini luar biasa. Ketika kuota umat ditambah, lalu umat bersemangat datang. “Tentu saja menjadi berkat bagi umat ketika PPKM sudah level 1 atau 2, lalu umat bergairah untuk datang. Pastilah makna Pekan Suci kali ini berbeda mereka mengalaminya,” imbuhnya.

Isi bangku umat sudah lebih rapat meskipun tetap dengan prokes ketat.
“Saya percaya dengan perayaan ini, sesudah pulang pasti umat membawa bekal. Seperti saya bilang tadi (dalam homili), kalau Tuhan memerlukan, saya mau bilang apa. Kita hanya mau melakukan apa yang Tuhan mau dan Tuhan kehendaki,” katanya menunjuk berbagai bentuk pelayanan umat bagi Gereja.

Garini Svara Bernadet bertugas melayani Misa Minggu Palma pagi di Gereja Pinang dengan dress code setelan kebaya brokat modern.
“Saya percaya orang-orang yang memiliki talenta-talenta memiliki waktu, bisa memberikan itu untuk pelayanan kepada Tuhan. Maka pesannya, tetaplah bersemangat, tetap mau melayani Tuhan, meskipun kita kadang kala mesti pikul salib,” ujarnya.

Kelompok koor Isidorus bertugas untuk Misa Minggu Palma sore hari di Gereja Pinang.
Romo Matius memimpin dua kali misa Minggu Palma di Gereja Pinang, pagi pukul 08.30 secara online dan offline dan sore hari pukul 17.00 secara offline. Dalam homili kedua misa itu setelah pembacaan Kisah Sengsara menurut Injil Lukas, ia mengajak umat untuk belajar dari Simon dari Kirene yang mau memikul salib Yesus tanpa kompromi.

Kembalinya suasana misa Minggu Palma setelah dua tahun lebih yang membuat umat merasa bahagia sekaligus terharu.
“Simon dari Kirene menarik karena kesederhanaannya. Orang ini baru pulang dari kota ke kampung, belum istirahat, masih dalam perjalanan. Tapi ketika dipaksa untuk bantu pikul salib Yesus, ya sudah dia pikul,” katanya.
.jpg?1649744635163)
Sesuai aturan protokol kesehatan selama masa pandemi, misa Minggu Palma di Gereja Pinang masih diperuntukkan bagi mereka yang belum lansia.
Umat diajak untuk tetap berjalan dengan Yesus di saat beban hidup terasa berat karena memikul salib sama dengan berjalan dengan Yesus. Berjalan dengan Yesus yang dimaksud adalah tetap aktif mengambil bagian dalam pelayanan di Gereja, serta mau memberikan waktu dan menjalankan pelayanan bagi Tuhan dengan suka cita walaupun sudah sibuk dan lelah dengan pekerjaan sehari-hari.

Luar biasa semangat untuk mengikuti misa Minggu Palma setelah penyesuaian kuota dengan perkembangan level PPKM.
“Jangan sampai kita ‘muntaber’ saat capek dan lelah. ‘Muntaber’ (alias) mundur tanpa berita dari Yesus sumber kekuatan bagi kita,” kata Romo Matius yang disambut gelak tawa umat.

Anggota panitia TULUS22 melayani umat dengan menyediakan daun-daun palma.

Anyaman daun palma hasil kreativitas tim dekorasi Tulus22, Minggu, 10 April 2022. Untuk Gereja Pinang dan Balai Metro, dekorasi dikerjakan sejak Jumat pukul 09.00 sampai tengah malam.
Minggu Palma yang untuk pertama kalinya diselenggarakan secara offline dalam masa pandemi dengan penambahan kuota misa bukan hanya membuat gereja semakin penuh, tetapi juga menjawab kerinduan umat, membahagiakan sekaligus mengharukan.

Lektor
“Terharu juga sih karena sudah 2 tahun tidak ikut misa Minggu Palma di gereja ini. Suasana sudah beda banget, sudah ada koor, sudah ada misdinar, itu yang bikin aku terharu banget,” kata Bu Wiwik dari Wilayah Antonius yang ditemui usai Misa Minggu Palma pagi di Pinang.

Pemazmur.
Ketua TGKP Pak Albertus Sukindro menyampaikan kesan, “Dalam Pekan Suci yang diawali dengan Minggu Palma ini saya melihat antusiasme umat yang luar biasa untuk hadir.” Namun ia mengimbau agar umat tetap mematuhi aturan dan prokes demi kepentingan bersama.

Ketua TGKP Pak Albertus Sukindro (berbatik coklat) melaksanakan prosedur prokes: cuci tangan.
Sementara itu Bu Justina Maria Wong, dirigen koor Isidorus yang bertugas misa sore di Gereja Pinang mengaku bahagia sekali karena sudah 2 tahun tidak bertugas koor dengan jumlah anggota lebih banyak, yaitu 8-10 orang.
“Pakai masker (sebenarnya) repot nyanyinya, sampai engap-engap, sampai begini-begini,” katanya sambil memeragakan orang yang kesulitan bernafas karena masker. “Tapi semangatnya tetap oke banget! Nyanyinya tetap dengan suka cita. Semoga seterusnya bisa begini,” harapnya.

Petugas dari tim belarasa memeriksa barcode peserta misa.
Sedang Yoanna, organis di misa sore itu, menceritakan, walaupun sudah beberapa kali bertugas sebagai organis saat pandemi, ia merasa sangat senang bisa bertugas dengan anggota koor yang lebih banyak karena biasanya 1-4 orang saja.
“Udah lama gak ada makan-makan bareng anggota koor ha-ha-ha … Semoga pandemi cepat turun dan personel koor bisa lebih lengkap lagi,” harapnya.

Pemeriksaan suhu badan.
--.jpg?1649743309813)
Garini Svara Bernadet berfoto bersama Romo Matius Pawai, CICM, usai melayani misa Minggu Palma.
.jpg?1649743348832)
Koor Isidorus dengan dirigen Ibu Justina Maria Wong (paling kiri) bertugas dalam Misa Minggu Palma sore di Gereja Pinang.
Pada hari Minggu Palma itu juga Sie Komsos menayangkan video mengenai kemajuan proses pembangunan Gereja St Bernadet yang dinarasikan oleh Romo Lammarudut Sihombing, CICM, berikut ini.
Teks: Karin Melinda, Livita Wahab/ Foto-foto: Ana Manurung, Vincet-TULUS22, Livita Wahab, Kevin Meydio/ Video: Tim Komsos/Album foto: Jassen Novaris
Album Foto Minggu Palma dari Ana Manurung dan Vincent TULUS22, klik di sini.