APP 2022 Menekankan Aksi Nyata

20 Februari 2022
  • Bagikan ke:
APP 2022 Menekankan Aksi Nyata

Ardas KAJ 2022 Penghormatan Martabat Manusia didasari oleh semangat “Mengasihi, Peduli dan Bersaksi” dalam hidup bersama.


Aksi Puasa Pembangunan (APP) 2022 menekankan tindakan nyata khususnya bagi mereka yang terdampak Covid-19, sejalan dengan Arah Dasar KAJ 2022, yaitu  Penghormatan terhadap Martabat Manusia.

Pak Margot selaku fasilitator Sosialisasi APP 2022 Paroki Ciledug, Sabtu, 19 Februari 2022, mengatakan bahwa kita tidak cukup berhenti dengan permenungan-permenungan selama masa Prapaskah tetapi harus menindaklanjutinya dengan aksi nyata.

dion--

Bp Patricius Dion Widia, Pemandu Sosialisasi APP 2022, Sabtu, 19 Februari 2022.


“Retret Agung atau masa Prapaskah untuk menyambut kebangkitan Kristus tahun ini murni tujuannya adalah action, tindakan-tindakan nyata untuk mengangkat martabat manusia,” kata Pak Margot memberi tekanan di bagian awal acara.

Sosialisasi APP virtual yang diselenggarakan Seksi Kerasulan Kitab Suci St Bernadet itu berlangsung pukul 18.00-19.30, dipandu Bp Patricius Dion Widia (SKKS). Jumlah peserta fluktuatif (naik turun), sempat menyentuh angka 188 pada pukul 19.05 dan menjadi 170 menjelang acara berakhir. 

Acara yang diberi pengantar oleh Ketua SKKS Ibu Lita Noviana ini juga dihadiri oleh Bp Petrus Maryana, Korbid Pewartaan I yang membidangi Sie Katekese dan SKKS.

margot--

Pak Margot selaku fasilitator.


Sosialisasi itu menghadirkan 4 presenter: Tita (OMK), Ibu Yetti, Marissa (OMK), dan Pak Yusup. Mereka memaparkan tema dasar penghormatan martabat manusia, masing-masing tentang peran Gereja di bidang pendidikan, kesehatan, perlindungan sosial, dan usaha informal/mikro.

presenter--

Para presenter. Dari atas searah jarum jam: Tita untuk bidang pendidikan, Bu Yetty untuk bidang kesehatan, Marisa untuk bidang perlindungan sosial, dan Pak Yusup untuk bidang usaha informal/mikro.


Presenter pertama, Tita, berbicara tentang bidang pendidikan. Ia memberi contoh aksi nyata yang bisa dilakukan, misalnya, menyumbangkan pakaian seragam sekolah, buku-buku pelajaran, uang tabungan, untuk anak-anak sekolah dari keluarga tak mampu akibat Covid atau menjadi donatur tetap ASAK.

ASAK

Untuk aksi nyata di bidang pendidikan, terbuka peluang menjadi donatur tetap ASAK.


Presenter kedua, Ibu Yetty, mempresentasikan materi bidang kesehatan. Ia memberi contoh aksi nyata di bidang ini, misalnya mengantar makanan untuk orang yang isoman, mengantarkan penderita Covid-19 ke rumah sakit, atau membagikan informasi kesehatan seperti jadwal vaksinasi.

foto14--maslow

Dalam hal perlindungan sosial, banyak orang belum terpenuhi kebutuhan 1 (fisiologis), kebutuhan 2 (rasa aman), dan kebutuhan 3 (sosial, kasih sayang)-nya sehingga memerlukan uluran tangan dengan aksi nyata.


Presenter ketiga adalah Marisa yang menyajikan materi bidang perlindungan sosial. Ia, misalnya, menyebut baksos sebagai contoh aksi nyata bagi orang-orang yang kesulitan karena terdampak Covid-19, yang selama pandemi juga sudah dilakukan Paroki Ciledug, bahkan Pastor Paroki terlibat.

Contoh aksi baksos bisa disebut sebagai bentuk belarasa (compassion) Gereja. “Belarasa bukan lagi pilihan tetapi sudah menjadi kewajiban bagi umat katolik,” kata Marisa.

foto23--yusup 4

Beberapa aksi nyata yang bisa dilakukan untuk menolong mereka yang mengalami kesulitan ekonomi akibat terdampak pandemi Covid di bidang usaha informal/mikro.


Pak Yusup sebagai presenter materi keempat, yaitu bidang usaha informal/mikro, memberi contoh aksi nyata untuk mereka yang mengalami kesulitan ekonomi atau menjadi pengangguran karena dampak pandemi. Misalnya kita bisa ikut mempromosikan produk-produk bikinan mereka lewat grup WA untuk membantu perekonomian mereka.

Keempat presenter tersebut melengkapi presentasinya dengan berbagai ilustrasi visual untuk memperjelas apa yang mereka sampaikan, sehingga penjelasannya mudah ditangkap.

foto1--_3

Sebagian peserta Sosialisasi APP, Sabtu, 19 Februari 2022.


Tingkat Lingkungan

Di bagian lain Pak Margot mengatakan, tindakan nyata itu sederhana saja, tidak sulit, tidak perlu berbelit-belit, dan bisa dikerucutkan di tingkat Lingkungan.

Ketika seorang peserta bertanya, apakah melakukan aksi nyata harus berkoordinasi dengan Paroki, Pak Margot menjawab, katanya, “Untuk ASAK oke. Tetapi untuk tingkat lingkungan, ngobrol saja, siapa orang yang perlu dibantu dan apa yang bisa dilakukan.”

Lita-Maryana--

Ketua SKKS St Bernadet Ibu Lita dan Korbid Pewartaan I DPH Bp Petrus Maryana.


Pada bagian akhir pertemuan, Ketua SKKS, Ibu Lita Noviana, mengumumkan agar kegiatan APP di Lingkungan dilaporkan ke SKKS.

Materi APP 2022 bisa dilihat di website paroki santabernadet.id

 

Teks: ps/ Foto-foto: Screenshot

Tags
APP
SKKS

Facebook Sanberna

Twitter Sanberna