Misa Perdana Tahun 2022 di Gereja St Bernadet: Mari Tetap Mengandalkan Tuntunan Tuhan

2 Januari 2022
  • Bagikan ke:
Misa Perdana Tahun 2022 di Gereja St Bernadet: Mari Tetap Mengandalkan Tuntunan Tuhan

Romo Lammarudut Sihombing, CICM, memimpin misa perdana tahun 2022 di Gereja Santa Bernadet, Minggu (2/1).


Misa perdana tahun 2022 di Gereja Santa Bernadet Paroki Ciledug diselenggarakan pada Hari Raya Penampakan Tuhan dan Hari Anak Misioner Sedunia, Minggu, 2 Januari 2022, secara live streaming dan dipersembahkah oleh Pastor Kepala Paroki Romo Lammarudut Sihombing, CICM, pukul 08.30.

Meskipun masih dalam suasana suka cita Natal dan Tahun Baru, namun pandemi belum berakhir. Karenanya Romo Lamma mengharapkan semua umat berada dalam keadaan sehat dan yang sakit segera sembuh agar bisa melakukan berbagai kegiatan seperti sedia kala.

dalam kegembiraan natal--

Misa perdana diselenggarakan masih dalam suasana sukacita Natal dan Tahun Baru.


Dalam homilinya, Romo Lamma mengajak untuk mengambil inspirasi dari bacaan Injil hari itu, Mat 2:1-12, tentang Orang-orang majus dari Timur.

Di bagian awal Romo Lamma mengatakan bahwa orang-orang majus yang rindu untuk bertemu Tuhan itu adalah contoh baik orang-orang yang tahu diri, punya sopan santun, karena mereka mau minta izin, kulo nuwun lebih dahulu kepada Raja Herodes sebagai penguasa wilayah.

Lektor--_1

Lektor membacakan Kitab Suci.


Sebaliknya Raja Herodes yang heran dan terkejut mendengar berita kelahiran “Raja Baru” di wilayah kekuasaannya itu adalah contoh orang yang menyembunyikan niat jahat karena, meskipun mengaku ingin juga ikut menyembah-Nya, sebenarnya ia takut, khawatir, dan merasa terancam kedudukannya, sehingga memerintahkan pembunuhan anak-anak di bawah usia 2 tahun.

Inspirasi apa yang dapat kita petik dari kisah orang-orang majus itu?

Pertama, orang-orang majus datang dari tempat yang jauh. Kita bisa memaknainya bahwa mereka mau meninggalkan zona nyaman meskipun mereka itu bukan orang biasa, melainkan bijak dan terpandang. Persembahan mereka, yaitu emas, kemenyan, dan mur, menunjukkan status sosial mereka.

maria--

Pemazmur.


”Mereka meninggalkan zona nyaman untuk bertemu dengan Yesus. Kerinduan mereka begitu besar sehingga kesulitan apapun akan mereka tempuh. Kita sering sulit meninggalkan zona nyaman. Orang yang tidak mau meninggalkan zona nyaman akan stagnant, tidak maju, berhenti di situ,” kata Romo Lamma.

Ketika misa diselenggarakan secara live streaming selama pandemi oleh gereja-gereja, katanya memberi contoh, beberapa umat sudah mulai merasa nyaman misa online, di rumah saja. Tidak perlu persiapan, tak perlu menerobos kemacetan untuk ke gereja, tak perlu misa offline.  Merasa sedikit sakit kepala, malas ke gereja atau berdoa. Apakah ketika Covid mulai hilang, kita tetap enggan meninggalkan zona nyaman itu? “Semoga orang-orang majus ini bisa menginspirasi kita,” katanya.

Adi--

Organis.

Kedua, orang-orang majus itu bukan pengangguran tanpa kesibukan, tetapi mau menyediakan waktu yang sangat cukup untuk mencari Tuhan, dengan perjalanan jauh. “Nah di tengah kesibukan sepanjang hari, adakah waktu kita untuk Tuhan? Sedikit waktu, kalau bisa banyak, bisa kita berikan kepada Tuhan. Sedikit pun rasanya kurang karena kita merasa banyak kesibukan,” kata Romo Lamma lagi.

Ketiga, orang-orang majus itu diperingatkan Tuhan dalam mimpi agar tidak kembali ke Herodes. Inspirasi dan refleksi bagi kita adalah apakah kita juga sudah terbuka terhadap kehendak dan peringatan Tuhan, entah lewat bacaan-bacaan Kitab Suci atau siapapun yang memberi teguran, arahan, atau masukan kepada kita? “Tidak usah menunggu mimpi tapi lewat realita kita bersama orang lain, mungkin lewat anggota keluarga, kita bisa melakukan evaluasi diri,” imbuhnya.

 gedung--

Kemajuan pembangunan Gereja Santa Bernadet per 2 Januari 2022. Tetap mengandalkan pertolongan Tuhan agar gedung gereja terwujud.


Keempat, orang-orang majus itu adalah orang-orang bijak dan pandai namun tetap dengan rendah hati membuka diri terhadap tuntunan Tuhan yang dikisahkan lewat bintang. “Kita harus mengandalkan Tuhan meskipun kita pandai, pintar,” ujar Romo Lamma.

Tuhan selalu menguatkan kita, memberi jalan, solusi di tengah berbagai hal yang kita lakukan, dan berbagai hal yang kita hadapi. “Dalam menjalani tahun yang baru ini mari terbuka terhadap tuntunan Tuhan, terhadap rencana Tuhan, karena Tuhan tidak akan pernah meninggalkan kita, melainkan senantiasa menguatkan dan menyertai kita,” ajaknya.

Teks: ps/ Foto-foto: Rafaela Chandra

Facebook Sanberna

Twitter Sanberna