Melalui Kelahiran Yesus, Kita Mengenal Kasih dan Kebenaran Allah

30 Desember 2021
  • Bagikan ke:
Melalui Kelahiran Yesus, Kita Mengenal Kasih dan Kebenaran Allah

Pastor Kepala Paroki Ciledug Romo Lammarudut Sihombing, CICM, memimpin Misa Natal offline di Balai Metro Permata, Sabtu, 25 Desember 2021.


Waktu pendaftaran Misa Natal offline di Balai Metro lewat web belarasa, banyak yang cepat-cepat mendaftar agar tidak kehabisan kuota. Namun ketika tiba waktunya, Sabtu, 25 Desember 2021, seperempat jam menjelang misa pertama pukul 07.30, dari 80-an kursi yang tersedia baru sekitar separo terisi.

Akhirnya saat misa yang dipersembahkan oleh Romo Lammarudut Sihombing, CICM, itu dimulai semua kursi penuh juga dan orang-orang yang ditanya seusai misa mengungkapkan rasa syukurnya karena bisa natalan offline.

metro25Des--

Peserta Misa Natal offline pukul 07.30 di Balai Metro Permata, 25 Desember 2021.


“Ya saya bersyukur bisa misa di gereja walaupun dengan keadaan yang sederhana, karena tahun lalu saya hanya bisa misa online,” ungkap Adrianus Gatot dari Wilayah Petrus.

“Bersyukur bisa ikut misa Natal lagi tapi juga prihatin karena keadaan ini belum bisa misa bareng keluarga. Semoga bisa kembali normal lagi dan bisa berkumpul di tahun depan,” kata Ayu dari Wilayah Theresia.

tgkp15--

Penerimaan Komuni dalam Misa Natal offline pertama di Balai Metro Permata.


Sementara itu di Gereja Pinang usai bertugas koor misa online, Bonifacius Aprilianto, ketika diminta kesan-kesannya mengatakan, "Tetap bersyukur, karena masih diberi kesempatan untuk hidup, untuk melayani di Gereja. Kita jadi terbiasa untuk adaptasi dengan kebiasaan baru. Semoga tahun depan bisa lebih banyak umat yang datang dan lebih banyak yang bertugas. Semoga kuota umat ditambah sehingga semakin banyak yang terlibat."

Karena perayaan Natal tahun ini dilaksanakan masih dalam masa pandemi, tidak semua umat bisa mengikuti misa offline. Kuota sangat dibatasi demi kesehatan dan keselamatan bersama.

tgkp10--

Karena protokol kesehatan, peserta koor dibatasi.


Protokol kesehatan dijalankan secara ketat, seperti harus memakai masker, mencuci tangan dengan sabun, cek suhu, pemindaian barcode Peduli Lindungi dan barcode belarasa sebagai tiket masuk.

tgkp14--

Balai Metro Permata diatur berkapasitas 80 tempat duduk untuk masa pandemi.


Kasih dan kebenaran Allah

Dalam homilinya, Romo Lamma mengatakan bahwa melalui kelahiran Yesus kita mengenal kasih dan kebenaran Allah.

Romo Lamma menjelaskan dengan perumpaan tentang bayi atau anak kecil. Anak-anak memiliki kebiasaan untuk meniru apa yang orang dewasa lakukan atau katakan. Seperti ada pepatah, buah jatuh tidak jauh dari pohonnya. Anak kecil itu merupakan cerminan dari pribadi atau orang yang sering berhubungan atau berinteraksi.

tgkp6--

Prodiakon dan misdinar yang bertugas pun dibatasi jumlahnya.


“Sama seperti anak kecil itu, Yesus yang lahir adalah cerminan Allah sendiri yang penuh kasih dan kebenaran,” ungkap Romo Lamma.

“Perayaan Natal mengingatkan kita kepada Allah akan cinta kasih dan kebenaran yang harus kita tiru juga sebagai anak-anak Allah. Untuk meniru Allah maka kita harus dekat pula dengan Tuhan. Kalau kita jauh dari Tuhan, lalu apa yang mau kita tiru?” katanya.

tgkp7--

Mewakili Panitia Natal 2021, Pak Teddy Varino Ngandiri menyampaikan ucapan terima kasih kepada semua pihak yang terlibat dalam melancarkan perayaan Natal di Balai Metro.


Selanjutnya Romo Lamma mengajak kita agar dalam Natal di masa pandemi ini kita kembali kepada diri sendiri dan juga keluarga. “Dengan kesederhanaan makna Natal tidak lagi sebatas perayaan seremonial tetapi juga perayaan batiniah untuk mengajak kita introspeksi diri karena kedatangan Tuhan dari awal adalah sederhana,” ujarnya.

tgkp13--

Kapasitas tempat duduk 80-an terisi penuh.

Bangga dengan kesederhanaan

Sementara itu di Gereja Pinang Misa Natal 25 Desember 2021 dilangsungkan secara online pukul 08.30 dan dipersembahkan oleh Romo Matius Pawai, CICM. Misa yang dibuka dengan lagu S’lamat S’lamat Datang itu berjalan lancar.

Matius 25Des---pakai

Pastor Rekan Paroki Ciledug Romo Matius Pawai, CICM, memimpin misa live streaming di Gereja St Bernadet Pinang, Sabtu, 25 Desember 2021, pukul 08.30.


Dalam homilinya, Romo Matius mengapresiasi dekorasi Natal yang ada. Ada dua hal menonjol, katanya, pertama pohon terang dari pohon cemara atau pinus berhiaskan lampu berkedap-kedip; yang kedua kandang Natal atau goa Natal yang melambangkan kesederhanaan.

Romo Matius mengajak umat Paroki Ciledug untuk berbangga memiliki tempat dengan suasana yang sederhana, seperti Yesus yang lahir di dalam kandang domba dan dibaringkan di palungan.

gua25despakai-----

Kandang Natal di Gereja Bernadet yang kaya lambang-lambang.


Kelahiran Yesus, kata Romo Matius, membawa suka cita besar kepada seluruh bangsa, bukan hanya bagi orang-orang besar dan berkelas tapi justru kepada orang-orang sederhana seperti para gembala.

Memaknai lambang-lambang

Romo Matius mengajak untuk memaknai lambang-lambang itu sebagai permenungan,  mau seperti apakah kita menyambut kedatangan Yesus. Apakah seperti bintang/lampu yang kedap-kedip, timbul-tenggelam, ke gereja hanya jika senang saja, menyimpan talenta yang dimiliki meski suatu saat akan bersinar, namun lebih banyak berdiam diri?

Lektor--

Lektor misa Natal online di Gereja Santa Bernadet.


Ataukah seperti pohon Natal yang kelihatan kokoh dan kuat namun akarnya terbatas dan rapuh, imannya tidak sekuat seperti yang kita bayangkan, mudah dipindahkan? Gambaran pohon cemara yang kuat dan kokoh semestinya mampu menjadi karakter orang-orang katolik yang bertahan kuat dalam iman. “Ataukah seperti malaikat yang senantiasa menjaga hidupmu, keluargamu supaya tidak diganggu orang lain?”

pemazmur----

Pemazmur misa Natal online di Gereja St Bernadet.


Kita juga bisa membayangkan diri seperti palungan yang, meski merasa diri ini kotor karena dosa dan cela, tidak pantas menjadi tempat untuk membaringkan Yesus, namun dipilih Maria dan Yusuf untuk meletakkan Yesus di sana supaya keselamatan dan kemuliaan Tuhan dinyatakan lewat hidup kita. Dengan demikian, kita mampu menanggalkan segala dosa-dosa yang telah kita perbuat dan memilih Yesus sebagai Juruselamat untuk membuat diri kita bersinar.

kor 25des--

Koor terbatas untuk Misa Perayaan Natal online, Sabtu, 25 Desember 2021 di Gereja Pinang.


“Peristiwa terbesar yang kita rayakan pada Natal ini adalah peristiwa kasih Allah yang tak terbatas, bagi kita umatNya. Allah begitu mengasihi kita, mengasihi dunia, sehingga Ia mengutus putraNya yang tunggal bagi kita,” ujar Romo Matius.

“Allah sendiri hadir untuk meneguhkan bagaimana kita harus menerima orang lain,  harus mengampuni orang lain, harus mengasihi orang lain sama seperti kita mengasihi diri kita sendiri,” imbuhnya.

bulinda--pakai

Mewakili Panitia Natal 2021 Father, Ibu Veronica Linda menyampaikan ucapan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu kelancaran Perayaan Natal 2021 di Paroki Ciledug.


Melalui peristiwa Natal pula, kita diingatkan kembali untuk menjadi pribadi yang terbuka kepada semua orang, seperti Allah yang terbuka kepada siapa saja, tanpa membeda-bedakan.

Di tengah situasi Pandemi Covid-19 yang belum berakhir, dengan tema Natal “Cinta Kasih Kristus yang Menggerakkan”, meskipun tidak bisa berbuat banyak karena keterbatasan, kita diajak menjadikan diri kita pribadi yang produktif, terlibat secara maksimal dalam membantu orang-orang di sekitar kita yang terkena dampak dari pandemi.

komsos25des pinang--_1

Kru Komsos St Bernadet yang bertugas dalam misa Natal online di Gereja Pinang, Sabtu, 25 Desember 2021.


“Semoga tangan dan kaki kita semakin panjang untuk menjangkau umat yang sedang membutuhkan bantuan kita,” tutup Romo Matius.

Pesan dan harapan Romo Matius

Diminta pesan dan harapannya, usai Misa Natal offline di Gereja Pinang, Romo Matius mengatakan:

Semua umat yang terkasih,

Betul bahwa kita sudah dua tahun menjalani pandemi dan perayaan Natal dirayakan dalam kesederhanaan, sebuah kesempatan bagi umat di paroki ini untuk bisa menahan diri.

Tetaplah berharap bahwa pandemi akan lewat dan kita akan berjumpa di tahun yang akan datang, bertemu kembali dalam suasana penuh suka cita di tempat yang baru, karena PPRI sedang bekerja keras untuk membangun gedung gereja kita.

Sebuah harapan besar dari seluruh umat, termasuk saya juga, bahwa ketika gereja sudah selesai kita akan berjumpa dengan perayaan-perayaan yang lebih besar lagi di gereja yang baru dalam semangat suka cita dan penuh persaudaraan.

Tetap jaga kesehatan, tetap semangat dalam pelayanan, dan bersuka cita dalam menjalani hidup. Mereka yang sakit semoga cepat sembuh, mereka yang kehilangan pekerjaan karena pandemi semoga segera mendapatkan pekerjaan. Doa akan selalu menyertai kalian, Tuhan memberkati. (bersambung)


Teks: Margaretha Elsa, Yollanda, Livita Wahab, Rafaela Chandra/ Foto-foto: Walter Arya, Panitia Natal, TGKP, Screenshot

Facebook Sanberna

Twitter Sanberna