Go-Kil Wil Elisabeth: Kekayaan Tidak Identik dengan Dosa, Kemiskinan Bukan Menjadi Keutamaan

20 Oktober 2021
  • Bagikan ke:
Go-Kil Wil Elisabeth: Kekayaan Tidak Identik dengan Dosa, Kemiskinan Bukan Menjadi Keutamaan

Seseorang bertanya kepada Yesus dalam Markus 10:17-27.

Wilayah Elisabeth mendapat giliran tugas menyelenggarakan Ibadat Go Kitab Suci Lingkungan (Go-Kil), 9 Oktober 2021, setelah bulan September tidak ada ibadat tersebut karena Bulan Kitab Suci Nasional. Ibadat ini melibatkan 2 anak usia BIA dan 2 anak OMK dalam tugas.

Foto2---

Romo Dhaniel Whisnu Bintoro, CICM, pemberi renungan.

Renungan dibawakan oleh Romo Dhaniel Whisnu Bintoro, CICM, dengan 88 peserta dari 17 wilayah. Injil diambil dari Markus 10:17-27 tentang “Orang kaya sukar masuk kerajaan surga” dan Mrk 10:28-30 tentang “Upah mengikuti Yesus”. Berikut ini pokok-pokok renungan untuk memahami pesan Injil tersebut:

1. Kegagalan si orang kaya

Ada orang yang begitu bersemangat mencari Yesus. Mungkin sebelumnya dia pernah beguru kepada banyak orang, namun belum menemukan jawaban yang benar atas kebimbangan dirinya. Yesus menemukan ada benih iman dari orang itu dan Yesus mau iman orang itu berkembang.

Carmela--_1

Carmelia bertugas membaca Injil Mark:17-21.

Ada kekeliruan pemahaman dari orang itu karena dia menganggap dia sudah cukup punya pengetahuan. Orang menganggap bila dia sudah melakukan kebenaran ini dan itu, maka dia akan selamat. Namun masih ada hal yang mengganjalnya, hingga ia mencari Yesus.

Namun jawaban Yesus mengecewakannya, karena dia diminta melepas segala kekayaannya untuk dapat mengikuti Dia. Padahal Tuhan tidak pernah meminta kepada seseorang di luar kemampuannya. Orang itu hanya berpikir bahwa hidup kekal adalah ketika dia mati. Orang itu sedih karena banyak hartanya.

Vanesa--

Theresia Vanesa membaca Mark 10:22-27.

2. Sulit masuk dalam kerajaan Allah

Lebih mudah seekor unta masuk ke dalam lubang jarum. Hal ini membuat murid-murid bertanya-tanya siapa yang akan bisa diselamatkan. Yesus berkata, bagi manusia tidak mungkin, namun tiada yang mustahil bagi Allah. Di sini banyak muncul keraguan di antara para murid. Penekanan dalam bagian ini adalah bahwa keselamatan itu adalah rahmat dari Tuhan. Maka yang perlu dilakukan adalah manusia harus berusaha semampunya, melakukan yang terbaik yang kita bisa, sehingga rahmat Allah bisa bekerja bebas dalam diri kita.

Trisha--

Thrisa membaca Mark 10:28-30.

3. Upah mengikuti Yesus

Petrus bertanya kepada Yesus bahwa selama ini mereka sudah mengikuti Yesus, namun penasaran mengenai apa yang mereka akan dapat. Dan Yesus menjawab bahwa mereka mendapatkan kembali berlipat-lipat apa yang telah ditinggalkan mereka dan di akhir nanti akan ada kehidupan kekal. Yang dimaksud Yesus di sini adalah bukan mengenai pahala yang akan didapat, namun para murid diminta untuk fokus pada pelayanan mengasihi Allah dan sesama. Biarlah pahala itu menjadi rahmat Allah karena hanya Allah yang berhak memberikannya.

Umat 1--

Sebagian dari 88 peserta Go-Kil bulan Oktober 2021.

Tiga pesan

1. Kekayaan tidak identik dengan dosa dan kemiskinan bukan menjadi keutamaan.

Pada zaman dahulu kekayaan identik dengan berkat yang diberikan kepada manusia. Namun demikian kekayaan memang bisa meimbulkan dosa ketika kita mengabdi kepada uang atau harta.  Jangan sampai harta/uang menguasai kita karena cinta akan uang/harta adalah akar dosa.

2. Kita dipanggil untuk menjadi pengikut Kristus. Tidak mudah menjadi follower Yesus. Ada hal-hal yang diminta lebih untuk menjadi pengikut Yesus, tidak ada jalan pintas, dan bukan bertujuan mencari pahala. Tugas kita adalah mengasihi Tuhan dan sesama dengan Kristus sebagai fokusnya.

foto7---_1

Mengikuti Kristus tidak bertujuan mencari pahala.

3. Cinta kasih bukan seberapa kita memberi, tetapi seberapa banyak yang kita lepaskan. Kita ditantang untuk seperti apa yang dikatakan Yesus, untuk menemukan penghalang-penghalang yang membelenggu kita. Undanglah Tuhan ke dalam diri kita, supaya Ia melepaskan penghalang-penghalang itu. Manfaatkanlah segala potensi, waktu dan talenta yang ada pada kita untuk melayani Tuhan dan sesama.

foto12---

Tuhanlah yang melepaskan belenggu-belenggu kita. 

Jalan Orang Kudus radikal

Berikut ini tanya-jawab peserta ibadat dengan Romo Dhaniel.

Mengapa pemakaian kata-kata cukup radikal “Juallah segala milikmu dan ikutlah Aku”?

Itulah jalan Orang-orang Kudus untuk mendapatkan hidup kekal. Namun demikian tidak perlu menjadi orang Kudus untuk mendapatkan hidup kekal. Yesus melihat orang yang datang kepadaNya itu sudah hidup baik dan lurus, dan oleh karenanya Yesus menawarkan kesempurnaan.

Umat 2--

Peserta Go-Kil datang dari 17 Wilayah.

Jika saya belum sempat kaya, apa yang harus saya jual?

Kuncinya adalah melepaskan; meninggalkan yang negatif dan memberikan yang positif. Setiap orang mungkin tidak kaya harta, namun ada kekayaan lain misalnya waktu, perhatian, dan lain-lain.

Apa yang dirasakan Romo dengan meninggalkan segalanya untuk menjadi seorang Romo?

Merasakan kebahagiaan, mendapat keluarga baru yang lebih besar. Dan bersyukur bahwa Tuhan mengizinkanya.

Umat 3--

Hadir para pengurus Gereja, dari anggota DP sampai Kaling.

Kalau diminta tidak mengharapkan pahala, mengapa di dalam ayat Kitab Suci itu disebutkan bahwa kita akan mendapat kan berkali-kali lipat?

Pahala itu bukan sesuatu yang diperjuangkan. Pahala merupakan kemurahan Allah. Untuk itu Yesus memberikan syarat untuk mendapatkan pahala yang sedemikian banyak sampai harus menderita sekalipun.

foto4---

Sabda Yesus dalam Mark 10:27.

Unta dan lubang jarum melambangkan apa?

Sebenarnya, ini berkaitan dengan penegasan Yesus di kalimat selanjutnya, yaitu bahwa apa yang mustahil bagi manusia adalah mungkin bagi Allah. Kalau kita manusia mengandalkan diri untuk masuk kerajaan surga adalah tidak mungkin, karena banyak sekali sandungannya.  Untuk itu perlu belas kasih Allah dengan Allah memperhitungkan kebaikan-kebaikan yang kita perbuat agar Allah menerima kita.

Flyer--

Flyer Go-Kil Wilayah Elisabeth.

Syukur kepada Tuhan, pelaksanaan Go-Kil bulan Oktober berjalan lancar. Terima kasih kepada siapa saja yang telah membantu pelaksanaannya, khususnya dorongan dan bimbingan dari pengurus SKKS. Sampai jumpa di Go-Kil berikutnya, Sabtu, 13 November 2021.

Berkah Dalem.

Teks: Andreas Pandu/ Foto-foto: Screenshot

Tags
Go-Kil
SKKS

Facebook Sanberna

Twitter Sanberna