Tak Kehilangan Momen tanpa Melanggar Prokes (Catatan dari Bulan Agustus)

7 September 2021
  • Bagikan ke:
Tak Kehilangan Momen tanpa Melanggar Prokes (Catatan dari Bulan Agustus)

Kibar Sang Saka Merah Putih di halaman Gereja St Bernadet.

Ketua Panitia Peringatan HUT RI ke-76 Santa Bernadet, Sakura Indah Sari,  mengatakan bahwa situasi pandemi yang belum usai menjadikan panitia harus mempersiapkan seluruh acara peringatan hari kemerdekaan dengan dua skenario, online dan offline, baik untuk misa maupun acara-acara lainnya.

Penjelasan tersebut disampaikannya melalui pesan suara (voice notes) menjawab pertanyaan yang diajukan seusai seluruh acara 17-an, Selasa (17/8).

bendera hampir naik---

Persiapan menaikkan Sang Saka Merah Putih.

“Intinya kita tidak mau kehilangan momen merayakan hari kemerdekaan ini tetapi juga tidak mau melanggar protokol kesehatan dan tetap mendukung upaya pemerintah dalam upaya penanggulangan Covid,” kata Bu Sakura yang juga Ketua Seksi Keadilan dan Perdamaian Paroki Ciledug itu.

bendera sudah naik--_1

Paskibra selesai menaikkan Sang Saka Merah Putih.

Khusus mengenai perlombaan-perlombaan, jelasnya, dari awal panitia memang sudah menyiapkannya secara online. Sedangkan acara Live Talkshow Kebangsaan idenya muncul belakangan ketika panitia mempresentasikan kegiatan ke DPH yang kemudian mengusulkan adanya acara yang lebih bisa merangkul banyak pihak, tidak hanya di lingkup Santa Bernadet.

Upacara Bendera berkesan

Upacara Pengibaran Bendera pada hari perayaan HUT RI, 17 Agustus 2021, mengambil para petugas secara terpilih dan terbatas dari para OMK dengan latihan singkat bersama Bp Yohanes Hartono, seorang pensiunan perwira menengah polisi. Upacara ini disiarkan secara live streaming dan bisa diikuti oleh seluruh umat dari rumah masing-masing.

scs4----_1 

Nikolaus Tegar Baskoro dari Fabiola 2, Komandan Peleton.

Nikolaus Tegar Baskoro dari Fabiola 2 didapuk sebagai Komandan Peleton dengan petugas pengibar bendera Regina Amadea Pradani Immaculata Risdiyanto (Monika 5), Eleonora Chelsea Tiyana (Ign Loyola 4), dan Felixcita Michela (Fabiola 2).

Niko mengaku begitu bahagia bisa ikut bertugas karena, meskipun sebenarnya dia sudah biasa menjadi petugas upacara di sekolah tetapi karena pandemi dua tahun ini absen upacara. Akhirnya bisa kembali merasakan suasana upacara bendera meski hanya sedikit pesertanya. “Luwar biasyaah…” katanya ketika ditanya usai upacara.

SCS5----

Laraswati dari Maria Goretti 4, dirigen.

Seneng banget bisa dapat kesempatan tugas jadi paskib di gereja dan cukup puas dengan latihan yang hanya sebentar hasilnya bisa tetap bagus,” ujar Amadea. Sedang Eleonora berujar, “Seneng tapi gemeter juga saat tugas.” Sementara Michela mengaku bangga bisa punya kesempatan jadi pengibar bendera.

upacara1--_1

Tak hanya petugas, peserta upacara pun terbatas.

Laraswati dari Maria Goretti 4 sebagai dirigen pun mengaku merasakan hal berbeda setelah 4 tahun tidak pernah upacara lagi. “Meskipun lupa-lupa ya gapapa tapi sangat seneng dan sangat berkesan,” katanya.

Pak Yohanes Hartono selaku pelatih tim kecil tersebut memberikan wejangan kepada para muda Gereja yang sudah bertugas sebagai tim pengibar bendera bahwa pengalaman bertugas itu menjadi hal yang mengesankan dan pengalaman yang baik untuk kelak kemudian hari. “Siapa tahu ada yang mau masuk Akmil atau yang lainnya,” katanya.

wejangan--

Pak Yohanes Hartono memberikan wejangan.

Upacara Bendera online tersebut disiarkan langsung melalui kanal youtube Komsos St Bernadet dan menjadi event terakhir perayaan HUT RI 2021 Paroki Ciledug. Merdeka!

Wejangan Pak Yohanes Hartono, klik di sini.


Teks, Video: Arum/ Foto-foto: Arum, Screenshot

Tags
HUT
Lomba

Facebook Sanberna

Twitter Sanberna