Dari Pembinaan ASAK: “Yuk, Jangan Fokus pada Masalah!”

25 Agustus 2021
  • Bagikan ke:
Dari Pembinaan ASAK: “Yuk, Jangan Fokus pada Masalah!”

Pembinaan ASAK lewat zoom, Minggu, 15 Agustus 2021.

Pada hari Minggu, 15 Agustus 2021, Ayo Sekolah Ayo Kuliah (ASAK) kembali mengadakan pembinaan rutin untuk anak-anak, dari SD hingga anak kuliah, yang dihadiri Ketua ASAK St Bernadet, Bp Denny Suliawan. Pembinaan ini menarik banyak perhatian dan apresiasi karena ada sesi sharing oleh 2 orang peserta Ayo Kuliah yang telah lulus sarjana dengan nilai terbaik.

rm lamm--

Romo Lammarudut Sihombing, CICM, memberikan apresiasi.

Pembinaan ASAK diawali dengan apresiasi mendalam dan ungkapan rindu dari Romo Lammarudut Sihombing, CICM, kepada semua peserta dan tim ASAK. Sementara itu pembina ASAK, Aristo Pratama melengkapinya dengan games.

“Felix Amadeus namanya, seorang sarjana psikologi. Kalau dia seorang jomblo, namanya jadi Felix Amasiapa… Hayo siapa yang bisa ikutin sekreatif mungkin?  Boleh pake nama siapa aja,” kata Aris mengajak dengan memberi contoh.

Aristo--

Pembina ASAK Aristo Pratama memandu games.

Boleh saja, misalnya, orang mengatakan, “Kalau dia seorang polisi, namanya Felix Amanterkendali…” dan seterusnya dan sebagainya. Meskipun games hanya untuk seru-seruan dan lucu-lucuan, tetapi berfungsi  menyegarkan suasana sehingga peserta bisa mengikuti acara dengan perhatian yang lebih baik.

Lulus cum laude

Sesi selanjutnya adalah sharing yang dimulai oleh Maria Vintcentia Zai atau yang kerap dipanggil Vivin.

Vivin--

Vivin, Sarjana Akuntansi, lulus cum laude (dengan pujian).

“Aku sangat bersyukur karena bisa memiliki kesempatan untuk kuliah dan lulus Sarjana Akuntansi dengan IPK 3,67 dan mendapat penghargaan cum laude,” kata Vivin mengawali sharing-nya.

“Awalnya, setelah lulus SMK,” lanjut Vivin, “aku ingin juga sambil bekerja agar bisa membantu keuangan keluarga. Namun papaku meminta untukku fokus kuliah. Aku percaya orangtua merupakan wakil Tuhan di dunia, maka aku ikuti. Tentunya banyak masalah yang harus dilewati dan  juga rasa jenuh, namun sebagai rasa tanggung jawabku terhadap orangtua dan ASAK, aku gak berdiam pada masalah karena waktu terus berjalan.”

“Mempertahankan nilai hingga aku mendapatkan gelar Sarjana Akuntansi dengan nilai yang memuaskan bukanlah sesuatu yang mudah,” ujar Vivin mengakhiri sharing-nya sebelum dilanjutkan oleh Stefanie.

Stefanie--

Stefanie sempat merasa down waktu kuliah.

Stefanie pun membuka sharing-nya: “Sejak lulus SMA saya ingin sekali kuliah, namun karena masalah finansial maka saya harus bekerja. Sedih rasanya saat melihat social media yang penuh dengan antusiasme dan twibon teman-teman saya saat masuk kuliah, namun harus tetap dilewati.”

foto1-A---

Ketua ASAK Pak Denny Suliawan (baris 1 atas, ke-2 dari kiri).

Lalu Stefanie mengatakan, dia adalah salah satu anak angkatan kedua program Ayo Kuliah, yang ketika itu masih sulit untuk bisa mendapatkan peluang kuliah. “Ketika saya bisa berkuliah, di tengah-tengah semester saya cukup down yang menyebabkan nilai saya menurun, bahkan absen mata kuliah yang dulunya gak pernah terpakai, saat itu saya pakai. Gak ke mana-mana cuma sedang tidak punya semangat kuliah. Dan pada saat itu saya punya teman-teman yang sangat support dan mengingatkan saya untuk apa gunanya fokus pada masalah,” pungkas Stefanie.

foto2-B---

Peserta pembinaan dari anak SD sampai anak kuliah.

Seusai sesi sharing berakhir, Pembina Asak mengarahkan peserta untuk mengikuti breakout rooms sesuai dengan tingkat pendidikan agar bisa lebih fokus membahas permasalahan dan solusi setiap tingkat pendidikan. Breakout rooms adalah fitur tambahan ruang-ruang dalam zoom, sehingga bisa berlangsung beberapa ruang obrolan dalam satu sesi pertemuan.

Lagu penutup--_2

Teks lagu penutup, Jala Serta Yesus.

Bagian terakhir dari rangkaian acara pembinaan seperti biasa,  menyanyikan lagu Jalan Serta Yesus sebagai lagu penutup.


Teks dan Foto Screenshot: Gabriela Laraswati

Tags
ASAK

Facebook Sanberna

Twitter Sanberna