Flyer Go-Kil bulan Agustus 2021.
Sebanyak 107 peserta dari 96 akun mengikuti ibadat Go Kitab Suci Lingkungan (Go-Kil), Sabtu, 7 Agustus 2021, pukul 17.00-selesai. Bp L Supriyadi, Korwil Petrus, bertugas mengkoordinasikan ibadat dengan tema “Hidup yang Menghidupkan” ini. Inilah Ibadat Go-Kil ke-12 yang diadakan oleh Seksi Kerasulan Kitab Suci (SKKS) Paroki Ciledug dengan fasilitas Zoom dari Bp Anton (Wilayah Petrus).

Peserta Go-Kil bulan Agustus 2021.
Ibadat yang dipimpin Bp Edi Sri Widodo ini mengambil Injil Yohanes 6: 41-51 yang dibacakan secara bergantian oleh OMK (Wima, Adjeng, Yohana, Natasaya, dan Cyntia). Sedangkan renungan dibawakan oleh Romo Matius Pawai, CICM.
Dalam renungannya Romo Matius memusatkan perhatian pada ayat tentang “Bersungut-sungutlah orang Yahudi…”. Mengapa mereka bersungut-sungut karena Yesus datang mengatakan, “Akulah Roti yang turun dari surga.”

Romo Matius selaku pemberi renungan.
Dalam kehidupan sehari-hari, papar Romo Matius lebih lanjut, ada banyak alasan mengapa kita juga sering bersungut-sungut. Ini bisa terjadi karena harapan dan kenyataan berbeda. Pengalaman masa lalu berbeda dengan kenyataan masa sekarang.
Yesus mengajak kita untuk tidak melihat orangnya tetapi warta sukacita yang dibawa oleh orang itu. Romo Matius menggarisbawahi ayat 51: Akulah roti kehidupan yang telah turun dari surga. Jikalau seseorang makan roti ini, ia akan hidup selama-lamanya, dan roti yang akan Kuberikan itu ialah daging-Ku yang akan Kuberikan untuk hidup dunia.

Peserta Go-Kil bulan Agustus 2021.
Yesus datang tidak hanya bicara tetapi Yesus justru sungguh memperlihatkan kepada dunia bahwa pemberian diri (Tubuh dan DarahNya) menjadi korban yang kita rayakan setiap waktu, setiap saat dalam Ekaristi dan kita semakin bersemangat.
Hidup yang menghidupkan, hidup Yesus yang bagi banyak orang biasa-biasa saja, sangat sederhana. Kita diajak untuk melihat bukan dari latar belakangnya tetapi apa yang dikerjakan untuk hidup umat manusia.

Peserta Go-Kil bulan Agustus 2021.
Yesus tetap setia. Dia rela berkorban bukan untuk dirinya sendiri tetapi semata-mata untuk keselamatan umat manusia. Setiap kali kita merayakan Ekaristi kita selalu merasa dikuatkan, diingatkan kembali bahwa Yesus yang berkorban dalam Ekaristi adalah pribadi yang setia dalam perjalanan hidup. Dalam masa pandemi ini kita tetap percaya bahwa pengorbanan Yesus tidak akan pernah luntur karena Yesus akan selalu menopang dan meneguhkan iman kita.

Romo Matius, para petugas, dan anggota SKKS.
Dalam sesi tanya-jawab yang dipandu Bp Sitorus, Romo Matius menyampaikan pokok-pokok renungan berikut berdasarkan pertanyaan peserta:

Bp Sitorus (pemandu) dan Bp Thomas Suraya (Ketua PDKK).
Setelah sesi-tanya, OMK (Anas, Alya, Prima, Edgar, Netta dan Sindy) membawakan Doa Umat, disusul berkat perutusan dari Romo Matius, dan ditutup dengan lagu baru dari Romo Susilo, Akulah Roti Hidup, serta foto bersama.
Teks: Maya/ Foto-foto: Screenshot (Anton)