Tema pencerahan sebelum doa bersama, Senin (19/7).
Selama masa pandemi Covid-19 umat Paroki Ciledug Gereja Santa Bernadet setiap jam 19.00 mengadakan acara doa bersama. Dengan intensi khusus untuk memohon kesembuhan bagi saudara-saudari kita yang terpapar virus Covid-19 serta memohon agar seluruh umat terhindar dari virus ini.
Acara yang digagas oleh Seksi Liturgi ini selain doa bersama juga menghadirkan para praktisi, dokter dan psikolog, untuk memberikan pencerahan dan pendampingan. Biasanya sekitar 15-30 menit sebelum doa dimulai. Umat juga bisa bertanya seputar Covid-19 dan isolasi mandiri.
Pada Senin, 19 Juli 2021, tema yang diangkat adalah “Terapi Plasma Konvalesen” dengan nara sumber dr Antonius TS Prabowo, Ketua Sie Kesehatan Paroki Ciledug.

Atas: Pak Naryo, dr Anton/nara sumber, bawah: Romo Matius.
Ada lebih dari 100 partisipan yang bergabung mengikuti acara ini. Hadir pula Romo Matius Pawai, CICM, dan Diakon Steve Ramli, CICM, sebagai pemimpin ibadat.
Terapi Plasma Konvalesen merupakan upaya untuk membantu proses penyembuhan pasien Covid-19 yang sedang dirawat di rumah sakit. “Terapi ini membawa dampak yang cukup baik untuk penyembuhan pasien Covid-19,” jelas dr Anton di awal acara.
Berikut penjelasan tentang Terapi Plasma Konvalesen:

Arti Terapi Plasma Konvalesen.

Alur Donor Plasma Konvalesen.

Syarat-syarat menjadi Pendonor Plasma Konvalesen.
Setelah mendengarkan penjelasan ini Romo Matius mengucapkan terima kasih kepada dr Anton atas tambahan pengetahuan tentang Plasma Konvalesen. Ternyata dengan cara demikian orang yang pernah terpapar Covid-19 dapat membantu saudara-saudari kita yang saat ini sedang berjuang di rumah sakit untuk memperoleh kesembuhan. “Hal yang mudah dan tidak sulit untuk dilakukan,” tegas Romo Matius.
Maka sekali lagi Romo berharap dan memohon bantuan Para Ketua Lingkungan untuk sekali lagi update data, baik data umat yang saat ini terpapar Covid-19 maupun yang sudah sembuh. “Ternyata data ini penting dan dapat membantu sesama umat jika sewaktu-waktu diperlukan,” pungkas Romo Matius.

Sebagian dari 100 lebih peserta.
Di akhir sesi dr Anton menjelaskan, keputusan menggunakan Terapi Plasma Konvalesen ini ada pada dokter yang sedang menangani di rumah sakit. Melalui berbagai pertimbangan dokter akan menyampaikan ke keluarga pasien jika diperlukan terapi ini.
“Jika dokter yang merawat sudah menginfokan, barulah keluarga mencari pendonor untuk dibawa ke PMI yang ditunjuk. Ini bagian dari upaya terapi. Semoga dengan semakin banyak yang bersedia sebagai pendonor semakin banyak pula yang tertolong,” harap dr Anton.
Teks: Bambang Gunadi/ Foto-foto: Screenshot