Romo Matius memimpin ibadat untuk orang sakit, Rabu (23/6).
Minat umat Paroki Ciledug Gereja Santa Bernadet untuk mendoakan orang sakit, khususnya yang terpapar Covid-19, cukup tinggi.
Hal tersebut terlihat dari ibadat virtual untuk orang sakit yang di masa pandemi ini sudah ke-6 kalinya diselenggarakan pada hari Rabu (23/6) pukul 19.30. Jumlah umat yang ingin bergabung melebihi kapasitas 100 orang zoom paroki, sehingga banyak yang batal ikut.

Ruang pemimpin ibadat, Romo Matius, di pastoran Ciledug.
Pantauan percakapan di grup WA Liturgi Paroki seusai ibadat menunjukkan, bahkan Korbid Peribadatan dari DPH Bp Albertus Sukindro tidak bisa bergabung karena kapasitas 100 orang sudah terpenuhi beberapa menit sebelum ibadat dimulai.
Ada seorang bapak yang keluarga anaknya terpapar Covid dan ingin sekali ikut ibadat tetapi tidak bisa masuk zoom, sehingga ia mengikuti ibadat di rumah tetangga sekompleks. Seorang bapak lain gagal bergabung juga dan memilih tetap berdoa sendiri.

Sebagian dari 100 peserta ibadat.
Romo Matius yang memimpin ibadat malam itu, menulis dalam grup, “Rupanya… banyak yang mau ikut tapi link terbatas...”
Untuk mengatasi keterbatasan kapasitas tersebut, Pak Anton Haryanto menjanjikan akan memfasilitasi ibadat serupa yang akan datang dengan zoom berkapasitas 300 orang.

Sejumlah peserta mematikan kamera ketika diambil foto.
Ibadat malam itu diberi kata pengantar oleh Ketua Seksi Liturgi Bp Yulianus Sunarya. Sebagai pemimpin ibadat, Romo Matius mengambil bacaan Injil hari Minggu, 20 Juni 2021, Markus 4:35-41, yang berkisah tentang “Angin ribut diredakan”.
Di awal renungannya Romo Matius mengatakan, meskipun segala usaha sudah dilakukan, semua protokol kesehatan sudah ditaati, Covid belum juga pergi. Karena itu ia mengajak khususnya mereka yang terpapar agar selalu mengandalkan Tuhan.

Romo Matius menyampaikan renungan: Jangan cemas!
“Para penderita Covid-19 jangan terlalu cemas karena Anda ditemani oleh para malaikat, tetangga, paroki dan tim doa. Jangan pernah berhenti berdoa. Berdoa dan berdoa terus karena itulah kekuatan kita agar virus pergi. Kita contoh para murid yang datang kepada Tuhan, biarlah Tuhan yang menyelesaikan,” katanya.
Romo Matius pun mengajak peserta ibadat untuk memohon kedatangan Roh Kudus, mendoakan mereka yang menderita sakit Corona, mohon Tuhan memberkati pemerintah yang terus berusaha memerangi wabah Covid, serta tim di paroki yang sedang bekerja untuk umat.

Ibadat dihadiri Wakil Ketua PPTR Bp J Kristanto Widiwardono.
Usai ibadat, Ketua Sie Komsos Bp Bambang Gunadi meminta salah seorang bapak penyintas Covid-19 (sudah dinyatakan sembuh dari Covid-19 oleh dokter), untuk berbagi pengalaman selama masa isolasi mandiri. Namun bapak itu tak kuasa menjawabnya dengan lancar justru karena begitu beragam hal baru yang dialaminya.
Ibadat yang diselenggarakan atas undangan Tim Belarasa Covid-19 (Seksi Liturgi-TGKP) itu berakhir sekitar pukul 20.00 dan ditutup dengan foto bersama.
Teks: ps/ Foto-foto: Romo Matius Pawai, CICM, Screenshot