Ketika Kerinduan Anak dan Remaja Ikut Misa “Offline” Terobati

24 Juni 2021
  • Bagikan ke:
Ketika Kerinduan Anak dan Remaja Ikut Misa “Offline” Terobati

Romo Matius menyampaikan homili dalam misa Minggu (20/6).

Misa hari Minggu, 20 Juni 2021, jam 08.30 yang dipersembahkan oleh Romo Matius Pawai, CICM, dan Diakon Steve, sedikit berbeda. Anak-anak dan remaja diizinkan hadir. Mereka sudah menerima Komuni Pertama dan mendaftar di web belarasa, sehingga bisa mengikuti misa offline (tatap muka) terbatas pagi itu.

Anak-anak dan remaja yang berusia di bawah 18 tahun itu hadir setelah 1 tahun lebih tidak bisa mengikuti misa offline.

satu keluarga memasuki gereja

Satu keluarga memasuki gereja.

Setelah ada informasi awal dari paroki bahwa anak dan remaja di bawah 18 tahun diizinkan mengikuti misa offline, para pengurus Lingkungan segera meng-update data di Lingkungannya. Salah satunya adalah meng-update dan mencantumkan Sertifikat Komuni Pertama ke dalam data web. Setelah itu, para orangtua anak dan remaja baru bisa mendaftarkan mereka, sehingga bisa ikut misa bersama-sama sebagai keluarga.

mandriva-

Mandriva, sebelum dan sesudah mengikuti misa.

Mandriva, gadis mungil yang sebelum pandemi sering bertugas sebagai pemazmur, tampak gembira. “Gerejanya beda setelah setahun lebih nggak ke sini,” ungkap warga Fabiola 2 itu sambil mencuci tangan saat ditemui menjelang misa. Namun dia tidak menjawab ketika ditanya apa yang beda, melainkan hanya senyum-senyum sambil memegang kotak kolekte di depan pintu tenda bawah sebelum terus berjalan mengikuti Sang Ibu mencari tempat duduk.

Ketika ditemui sesudah misa, Mandriva mengungkapkan kerinduannya untuk bertugas mendaraskan Mazmur di mimbar seperti dahulu. Ia berharap pandemi segera berakhir sehingga suasana misa bisa  kembali seperti dulu.

Klarisa

Klarisa dari Albertus 1.

Sementara itu Klarisa, yang duduk di bangku kelas 8 dari Lingkungan Albertus 1,  menyampaikan, “Senang banget bisa ke gereja lagi meskipun ada bedanya karena harus jaga jarak, dan berharap keadaan bisa kembali seperti dulu.”

Kinan

Kinan: senang bisa kembali lagi ke gereja.

Sedang Kinan, yang sekarang duduk di kelas 7 dan dari Lingkungan Albertus 1 juga, mengaku senang  bisa kembali lagi ke gereja. “Semoga bisa berkumpul kembali di gereja,” katanya.

Natasha Misa pertama setelah Komuni Pertama

Natasha misa pertama sesudah Komuni Pertama.

Selain mengungkapkan perasaan senangnya bisa ke gereja kembali, Michele, anggota misdinar yang sudah kelas 10, mengatakan, “Tambah kangen, tambah rindu tugas misdinar bareng di gereja. Ingat betul dulu pernah latihan bareng untuk persiapan Kamis Putih eh.. gak lanjut karena Corona, mendadak sedih.”

Michele

Michele: rindu tugas misdinar bareng.

Sebagai anggota misdinar yang sudah lebih senior Michele menyampaikan salam dan pesan semangat buat adik-adik misdinar yang sudah ikut pelajaran dan sempat dilantik  tetapi belum pernah bertugas. “Jangan menyerah, tetap semangat, dan pasti nanti akan ada saatnya tugas bareng lagi,” kata warga Fabiola 2 itu.

susana Misa tenda bawah

Suasana misa di tenda bawah, Minggu (20/6).

Teks: Arum, Bambang Gunadi/ Foto-foto: Arum, Bambang G, Hari Kristanto, Screenshot

Facebook Sanberna

Twitter Sanberna