Misa Perdana Lansia St Bernadet: Gereja Tidak Meninggalkan, melainkan Mencintai Warga Senior

14 Juni 2021
  • Bagikan ke:
Misa Perdana Lansia St Bernadet: Gereja Tidak Meninggalkan, melainkan Mencintai Warga Senior

Misa lansia perdana di Gereja Bernadet, Sabtu (12/6).

“Setahun lebih kita tidak bertemu tetapi saya melihat Bapak-Ibu yang hadir di gereja ini masih tampak awet muda...” Demikian sapaan Romo Lammarudut Sihombing, CICM, mengawali misa perdana warga senior/lansia, Sabtu 12 Juni 2021, pukul 16.30.

romo Lamm podium-pakai

Romo Lammarudut Sihombing, CICM, saat homili.

Sapaan tersebut disambut tawa ringan dan senyum-senyum para lansia peserta misa, sekaligus mencairkan suasana setelah perhatian terserap oleh arahan Korbid Peribadatan Bp Albertus Sukindro tentang aturan-aturan ketat dalam misa, seperti cara menerima komuni, larangan bergerombol setelah misa dan harus langsung pulang, dst.

Romo-Diakon-pakai

Romo Lamma dan Diakon Steve dalam misa lansia perdana.

Misa perdana untuk para warga lansia di masa pandemi Covid-19 itu diselenggarakan setelah Keuskupan Agung Jakarta memberikan izin untuk Paroki Ciledug. Organis, pemandu lagu, dirigen, dan lektor sore itu semuanya warga senior, sedangkan tugas lainnya seperti prodiakon, tata laksana, dll, masih umum (belum lansia).

Lektor pakai

Petugas lektor dari warga senior.

Misa tersebut disambut antusias. Seorang petugas tata laksana mengatakan, satu setengah jam sebelum misa gereja lantai atas sudah penuh. Sementara menurut info Tim Belarasa, total barcode yang tersebar 145 (di luar petugas), yang tidak hadir 12 orang, sehingga tingkat kehadiran hampir 92 persen.

Koor

Dirigen, organis, dan pemandu lagu misa lansia.

Gereja Mencintai Warga Senior

Dalam homilinya Romo Lamma, yang sejak awal menyapa peserta misa dengan kata-kata “Para orangtua kami yang terkasih”, menyampaikan terima kasih atas kesabaran dan pengertian para warga senior yang sudah lebih dari satu tahun selama pandemi tidak diperkenankan mengikuti misa di gereja.

lantai atas2-pakai

Peserta misa lansia 12 Juni 2021 di lantai atas.

Membuat kilas balik, Romo Lamma menceritakan, awalnya dia misa sendirian dengan Tim Komsos secara live streaming. Lalu KAJ membolehkan misa offline untuk umat 18-59 tahun. “Senior merasa ditinggalkan. Ada yang bertanya, kenapa tidak boleh ikut misa,” ucapnya.

Lantai bawah1

Peserta misa lansia 12 Juni 2021 di lantai bawah.

“Kita semua tahu Corona belum ada obatnya. Gereja tidak mengikutkan orangtua sebagai bentuk cinta kepada orangtua karena warga lansia rentan, sehingga belum bisa diperkenankan mengikuti misa. Yang muda boleh ikut misa offline karena imun mereka lebih kuat,” jelas Romo Lamma.

Prodiakon-Pastor-Diakon2

Menjelang penerimaan komuni.

Pandemi Corona memang sulit dimengerti. “Dalam banyak hal kita tidak tahu. Menghadapi Covid kita tidak siap. Kalau ada yang meninggal karena Covid langsung dikubur. Corona memukul dan hanya manusia yang bisa terpukul. Kena Covid langsung dikubur, meninggalkan duka mendalam,” katanya lagi.

Komuni bawah

Penerimaan komuni di lantai bawah.

Covid-19 bukan akhir segalanya

Namun di sisi lain Romo Lamma menegaskan, Covid-19 bukan akhir dari segalanya karena Tuhan selalu menyertai kita dalam situasi apa pun. Allah selalu hadir, seperti diungkapkan dalam Injil hari itu, Markus 4: 30-34, Kerajaan Allah seumpama biji sesawi yang ditaburkan di tanah.

Komuni3

Penerimaan komuni di lantai atas.

“Kerajaan Allah artinya Allah yang meraja. Allah selalu menyertai kita,” kata Romo Lamma. Seperti digambarkan dalam Injil, seorang petani menaburkan benih. Benih itu bertumbuh pelan-pelan dan menghasilkan buah. Petani pun tidak tahu bagaimana ini terjadi. “Semuanya adalah kuasa Tuhan. Demikianlah penyertaan Allah akan hidup kita,” imbuhnya.

suhu

Pemeriksaan suhu untuk memastikan kesehatan.

“Kita mohon supaya tetap membuka diri kepada Allah. Seperti benih, kita dipanggil untuk menghasilkan buah,  melakukan kebaikan-kebaikan dengan penyertaan Tuhan, menaati protokol kesehatan sebagai bentuk menghargai kesehatan,” kata Romo Lamma lagi.

_DSC9119 (2)

Pemeriksaan barcode peserta Misa Lansia 12 Juni 2021.

Di bagian akhir homilinya, Romo Lamma mengingatkan untuk tidak ngobrol-ngobrol setelah misa walaupun ada kerinduan. “Ngobrol-ngobrol bisa lewat video call. Nikmati saja, jangan merasa tersiksa,” pesannya memancing senyum.

drop off-pakai

Petugas membantu di drop off hanya ada di Misa Lansia.

Teks: Bambang Gunadi, ps, Laraswati/ Foto-foto: Hari Kristanto, Walter Arya, Bambang Gunadi

Album foto misa perdana lansia 12 Juni 2021 klik di sini.

Facebook Sanberna

Twitter Sanberna