Peserta Komper 29 Mei: Sekolah Sang Timur 4C Putri dan 4D.
“Walaupun ini panitianya dadakan, kita layak bersyukur (karena) seluruh penyelanggaraan penerimaan Sakramen Komuni Pertama telah berjalan baik dan lancar,” kata Bp Antonius Eddi Haryanto dalam sambutannya pada akhir Misa Penerimaan Komuni Pertama kelompok terakhir, Sabtu, 29 Mei 2021.
Pak Anton, sapaan akrabnya, juga berterima kasih atas nama panitia dan juga mewakili orangtua karena akhirnya, setelah tertunda sejak tahun lalu akibat pandemi Corona, anak-anak sudah dapat menerima Komuni Pertama. Terima kasih disampaikan pula kepada para guru dan katekis yang terus mendampingi dan menyiapkan anak-anak dengan pelajaran secara online di tengah pandemi.

Peserta Komper 22 Mei: Sekolah Sang Timur 4B dan 4C Putra.
Ucapan terima kasih juga disampaikan kepada Romo dan DPH yang terus mengupayakan izin penyelenggaraan Misa Penerimaan Komuni Pertama ini. Tentu terima kasih juga dilayangkan kepada para orangtua yang terus mendampingi anak-anak dalam waktu yang amat panjang.
Pak Anton menyampaikan kepada anak-anak yang saat itu menerima Komuni Pertama bahwa mereka adalah angkatan yang beruntung, karena beberapa minggu ke depan Keuskupan Agung Jakarta mengizinkan Gereja Santa Bernadet menyelenggarakan misa bagi anak dan remaja yang sudah menerima Komuni Pertama.

Peserta Komper 15 Mei: Sekolah Absis dan Sang Timur 4A.
“Artinya kalian semua, setelah ini, bisa ikut misa ke gereja. Maka besok, kalau sudah ada jadwal misanya, segera ajak papa-mama untuk mendaftar, ya. Tetapi syaratnya setelah ini wajib lapor ke Ketua Lingkungan bahwa kalian sudah menerima Komuni Pertama dengan menunjukkan sertifikat yang kalian terima,” pesan Pak Anton.
Ditemui seusai misa, Pak Anton mengaku dirinya langsung ditunjuk oleh Pak Sukindro (anggota DPH, Korbid Peribadatan) untuk menjadi Ketua Panitia setelah Paroki Ciledug mendapat izin dari KAJ untuk melaksanakan penerimaan Sakramen Komuni Pertama. “Karena ini sesuatu yang ditunggu oleh anak saya, maka saya pun langsung menyanggupi,” katanya.

Peserta Komper 8 Mei: Sekolah Santa Angelina dan Persink.
Setelah itu Pak Anton langsung menghubungi beberapa orangtua, minta mereka bergabung dalam kepanitiaan untuk melakukan persiapan dan mengurus penyelenggraannya nanti. “Puji Tuhan, semua kelompok terwakili. Ada orangtuanya yang tergabung dalam kepanitiaan,” imbuhnya.
Dalam kesempatan terpisah Ibu Anna Juwaryani dari Sie Katekese menyampaikan ada 117 anak yang menerima Komuni Pertama saat ini. Sesuai protokol kesehatan di masa pandemi, jumlah umat yang hadir di gereja dibatasi 75 orang yang terdiri dari orangtua dan anak, petugas liturgi, panitia, katekis, dan fotografer. “Maka pelaksanaannya dibagi sampai 5 kelompok, itu pun orangtua hanya diwakili salah satu, bapak atau ibu,” jelasnya.

Peserta Komper 1 Mei: Sekolah Absis dan Amore Prime School.
Penerimaan Komuni Pertama kelompok 1 dilaksanakan pada hari Sabtu, 1 Mei 2021, jam 17.00. Demikian untuk seterusnya setiap hari Sabtu dilakukan penerimaan Komuni Pertama sampai kelompok 5 pada hari Sabtu, 29 Mei 2021. Hanya untuk kelompok 4, Sabtu 22 Mei 2021, pelaksanaannya jam 16.00 karena bertepatan dengan Novena Roh Kudus hari ke-9.
Namun sebelumnya, juga sudah diselenggarakan penerimaan Komuni Pertama bagi anak-anak dari Paroki Ciledug yang bersekolah di luar parokinya. Karena di paroki-paroki tempat sekolah itu berada sudah diselenggarakan Komuni Pertama, anak- anak yang berasal dari Paroki Ciledug penerimaan Sakramen Komuni Pertamanya dikembalikan ke paroki asal.

Peserta Komper 16 April: Sekolah di Paroki Meruya.
Hari Jumat, 26 Maret 2021, ada 11 anak dari sekolah yang berada di wilayah Paroki Alam Sutera, menerima Komuni Pertama. Lalu Jumat, 16 April 2021, ada 5 anak dari sekolah yang berada di wilayah Paroki Meruya. Kedua kelompok ini menerima Komuni Pertama bersamaan dalam misa harian Jumat jam 18.00. “Jadi untuk tahun ini total ada 133 anak yang sudah menerima Komuni Pertama,” jelas Bu Anna.
Romo Matius Pawai, CICM, dalam evaluasi singkat malam hari itu (29 Mei 2021), mewakili Pastor Kepala Paroki Ciledug, Romo Lammarudut Sihombing, CICM, mengucapkan terima kasih kepada DPH pendamping, Tim Katekese, Tim Liturgi,Tim TGKP, Tim Komsos, dan semua saja yang terlibat, sehingga bisa terlaksana tugas kita mengantar anak-anak untuk dapat menerima Komuni Pertama.

Peserta Komper 26 Maret: Sekolah di Paroki Alam Sutera.
Karena pandemi Corona pelajaran untuk anak-anak menjadi tambah panjang dan mereka menanti cukup lama. Romo Matius meminta maaf juga kalau ada begitu banyak perubahan dan kadang ketidakpastian dalam persiapan sampai pada pelaksanaannya. “Semua itu (terjadi) karena kita mentaati panduan dari KAJ dan sesuai dengan protokol kesehatan demi kesehatan kita bersama,” papar Romo Matius.

Evaluasi Romo Matius, Korbid Peribadatan, dan petugas.
Sementara itu Ibu Bernadeta Swandari, yang malam itu mengantarkan putrinya, Meichika, mengungkapkan puji syukur kepada Tuhan. “Senang, gembira, akhirnya anak kami sudah menerima Komuni Pertama setelah menanti sekian lama,” katanya.

Ibu Bernadeta Swandari dan putrinya, Meichika.
Bagi Ibu Bernadeta ada pengalaman menarik saat mendampingi anak-anak dalam persiapan secara online, karena orangtua jadi ikut mengerti apa yang diajarkan.
“Mengikuti misa live streaming bareng dengan anak juga sangat bermanfaat karena kita bisa ikut menjelaskan urutan liturgi misa. Dan anak saya juga kadang bertanya, apa yang terjadi saat misa dan kita orangtua bisa menjelaskan, sehingga nanti ketika mengikuti misa di gereja sudah memahami,” katanya.

Panitia Komuni Pertama Paroki Ciledug tahun 2021.
Teks: Bambang Gunadi/ Foto-foto: Kevin Meydio, Walter Arya, Rafaela Chandra
Album foto Komuni Pertama tahun 2021, klik di sini.