GMU 5 menyapa Wilayah Albertus, Sesilia, dan Yoseph.
KAJ sudah memberi kesempatan untuk menambah jumlah misa offline di Paroki Ciledug menjadi dua kali pelaksanaan dan sudah dilakukan mulai hari Minggu 16 Mei 2021, menjadi pagi jam 08.30 dan sore hari jam 17.00 WIB. Kuota umat otomatis bertambah karena misanya dua kali. Dan sekarang sedang dipersiapkan juga misa offline bagi umat lansia pada hari Sabtu dan perluasan usia untuk misa offline reguler menjadi usia 10-59 tahun.

Pastor Lammarudut Sihombing, CICM.
“Semoga kita semua segera dapat melakukan misa secara terbuka lagi seperti dulu, secara bertahap. Tetap semangat dan bersabar, selalu disiplin menjaga kesehatan,” jelas Pastor Lammarudut Sihombing, CICM, dalam acara Gembala Menyapa Umat (GMU) ke-5, yang mengunjungi Wilayah Albertus, Sesilia, dan Yoseph, Minggu (23/5).

Mbak Wening dari Wilayah Albertus.
Terdapat 55 akun MS Teams yang tercatat menghadiri GMU 5 dengan jumlah orang kurang lebih 60-an karena ada yang mengajak anggota keluarganya. Pertanyaan-pertanyaan dijawab dengan memuaskan oleh para Gembala Paroki Ciledug. Sebuah pertanyaan dari mbak Wening (wilayah Albertus) tentang seorang umat lansia yang menolak divaksin, dijawab oleh Pastor Matius Pawai, CICM, itu menjadi tanggung jawab anak-anak atau keluarga dari umat tersebut, agar jika terjadi apa-apa, pengurus lingkungan tidak terkena dampaknya.”

Pastor Matius Pawai, CICM, menjawab pertanyaan.
Pertanyaan soal penerimaan Sakramen Maha Kudus (SMK), Pastor Lammarudut Sihombing, CICM, mengemukakan bahwa penerimaan SMK misa online dengan piksis tidak boleh diestafetkan atau harus langsung diterimakan kepada umat oleh Prodiakon. “Seharusnya tidak diperkenankan seperti itu. Akan kita evaluasi lagi soal SMK ini, apakah memang karena petugasnya kurang atau ada kendala apa. Semoga kita semakin taat dan dapat memperlakukan SMK benar-benar sebagai Tubuh Kristus yang hadir. Tidak boleh sembarangan,” tegas Pastor Lammarudut.

Ibu Asih Rumanti, peserta dari Wilayah Sesilia.
GMU 5 kali ini dimoderatori bu Wati Mandiro selaku Korbid PE DPH Paroki Ciledug, dengan pemateri pak Husin Sukinto, Korbid Pelayanan DPH sekaligus Ketua Tim Gugus Kendali Covid-19 Paroki Ciledug. Dalam paparannya, pak Husin sekaligus menyampaikan apresiasi kepada seluruh tim yang bertugas melayani proses misa offline yang tanpa kenal lelah hadir dan bertugas. Juga kepada tim PSE yang tetap setia menjalankan amanah dan tanggung jawab dalam kepedulian sosial kepada masyarakat. “Kami kini membutuhkan bantuan tambahan tenaga dokter atau perawat kesehatan untuk mendampingi di setiap misa offline, maka kami mohon jika ada umat yang bisa membantu dengan senang hati, dipersilahkan,” harap Pak Husin yang tampil dengan kemeja kotak-kotak dan topi koboi, senada dengan para Pengurus DPH dan para Gembala.

Kejutan dress code dengan nuansa berbeda dari biasa.
Mengenai dress code ini, panitia memang sengaja menampilkan nuansa yang berbeda pada setiap pelaksanaan GMU. Dari mulai warna atau corak yang senada disertai topi atau ikat kepala yang juga senada. Hal ini sengaja dilakukan agar umat mendapatkan kejutan, mendatangkan kesan baik dan merasa akrab. “Wah-wah! Romo dan bapak ibu DPH kelihatan ganteng dan cantik pakai topi-topi koboi,” komentar salah satu peserta pada saat baru bergabung.
Pada sesi penutupan acara, tatkala diminta untuk menyampaikan feedback terhadap acara GMU ini, Korwil Yoseph, pak Beni Sugiono, mengatakan bahwa hal ini adalah sebuah kesempatan yang luar biasa berharga dimana seluruh umat dapat memanfaatkan waktu untuk ngobrol santai bersama Gembala mereka.

Pak Beni Sugiono, Korwil Yoseph: GMU luar biasa.
“Sebuah pelayanan yang lengkap dari para pengurus paroki, multi dimensi, secara liturgi dan sosial, secara online maupun offline. Tidak mudah untuk tetap setia melayani di masa pandemi ini. Semoga kita semua diberkati Tuhan dengan kesehatan dan kebahagiaan. Amin,” papar pak Beni.
Minggu depan, dikarenakan Pastor Lammarudut Sihombing, CICM, ada kepentingan lain yang tidak dapat ditinggalkan, maka GMU akan diundur seminggu ke tanggal 6 Juni 2021. GMU 6 akan terus berkunjung ke tiga wilayah berikutnya, yakni Yohanes, Maria, dan Monika. Bagi umat yang berada di ketiga wilayah tersebut, silakan bersiap-siap dengan pertanyaan bagi para Gembala karena untuk masing-masing pertanyaan disiapkan sebuah hadiah. Yuk siap-siap ah! (tots)