Pak Ing Kiat (bawah) absen hanya jika pulang kampung.
Dalam Gembala Menyapa Umat (GMU) ke-2, Minggu, 2 Mei 2021, Romo Lammarudut Sihombing, CICM, menjawab pertanyaan seputar pengurusan izin mendirikan bangunan (IMB) Gereja St Bernadet dari berbagai sudut pandang.

Hari biasa peserta novena rata-rata 4-5 orang.
Berbicara secara virtual dari Makassar, sehari setelah tahbisan Diakon Stefanus Ramli, CICM, Romo Lamma menyinggung Novena Pembangunan Gereja St Bernadet yang tengah dilakukan oleh Wilayah-wilayah secara bergilir.

Doa Novena dimulai tepat pukul 00.00.
Sebagai Pastor Kepala Paroki, Romo Lamma sangat mengapresiasi novena sebagai upaya rohani yang mempunyai tempatnya sendiri dalam perjuangan mendapatkan IMB gereja. Sebagai umat beriman, doa atau berkomunikasi dengan Tuhan adalah jantungnya.
Saat itu Romo Lamma menceritakan adanya Doa Novena Pembangunan Gereja di Gereja Pinang yang dilakukan setiap tengah malam (pukul 00.00). “Kalau sempat, silakan datang,” kurang lebih begitu kata Romo Lamma waktu itu.

Malam Minggu doa di saung karena lantai atas di-disinfektan.
Doa Novena Pembangunan Gereja tengah malam di Gereja Pinang, yang sering juga disebut ringkas “Doa malam”, sudah berjalan sejak 7 atau 8 tahun lalu, ketika lantai atas masih konblok. Selama kurun itu, sekali-sekali Romo Lamma datang mengikutinya.

Jika novena di saung, Pak Kasdana punya tempat favorit.
“Kami merasakan bahwa kami ini tidak bisa berbuat banyak untuk membantu terwujudnya gedung gereja. Yang kami bisa hanyalah berdoa. Ya inilah yang kami berikan,” kata seorang peserta novena tengah malam itu belum lama ini. “Puji Tuhan, selama 7-8 tahun kami terus bertahan,” imbuhnya.

Ketika saudara-saudara Moslem bertakbir, novena jalan terus.
Peserta novena tengah malam itu sangat cair. Namun, ada orang-orang yang tidak pernah absen kecuali pulang kampung. Sampai sekarang selalu ada yang setiap malam tidur di gereja. Bukan karena di rumah tidak ada tempat tidur, melainkan sebagai semacam bentuk laku tirakat.
Mereka yang pernah datang lalu “menghilang” dan datang lagi akan tetap disambut dengan keakraban penuh persaudaraan. Kalau mau datang, tak usah berpikir, “Wah saya tidak pernah datang...!” Kedatangan orang baru bisa berarti akan ada cerita baru yang boleh jadi seru.

Novena malam Minggu di saung bawah.
Sejak pandemi Covid-19, setiap malam Minggu novena dilaksanakan di saung bawah karena lantai atas sudah disemprot disinfektan untuk persiapan misa Minggu paginya.
Tidak selalu banyak yang hadir, apalagi kalau hujan. Rata-rata peserta 4-5 orang pada hari biasa. Malam Minggu bisa banyak. Sabtu (8/5) lalu, misalnya, ada 12 orang, termasuk Pak Sahat Manalu (Ketua PPRI).

Doa Novena di hari Idul Fitri, Kamis (13/5).
Di tahun-tahun awal dulu, malam Minggu hampir selalu ramai peserta, bisa 30-an orang dari berbagai wilayah, apalagi waktu itu keamanan gereja belum sekondusif sekarang.
Jika sebelum doa novena ada waktu, banyak hal diobrolkan, dari sekadar berbagi cerita ngalor-ngidul berbumbu canda, sampai persoalan serius Gereja atau non- Gereja.

Jika ada yang HUT, ada makan-makan. Swadaya tentu saja.
Ada kalanya “komunitas” doa malam ini menjadi “ajang diskusi” serius berbagai macam persoalan tanpa berpretensi bisa memberi solusi. Begitu jam 00.00 novena harus dimulai.
Doa utama yang dipanjatkan dalam novena setiap malam tentulah mohon kelancaran dalam mendapatkan izin pembangunan gereja, dengan teks dari tim doa. Teks ini juga kemudian yang dipakai dalam novena di wilayah-wilayah sejak beberapa tahun lalu.

Teks Novena Pembangunan Gereja yang lama.
Kemudian didoakan para pemimpin dari tingkat RT, RW, Kelurahan, sampai Walikota. Doa juga dipanjatkan untuk para pendahulu yang sudah berjasa dalam sejarah Gereja St Bernadet yang sudah meninggal, dari mendiang Romo Frans Pranata sampai satpam dan orang-orang sekitar.

Teks Novena baru yang beberapa hari lalu mulai dipakai.
Orang-orang yang tidak menyukai keberadaan gereja di Pinang pun selalu didoakan. Namanya disebut satu per satu, sampai ada yang hafal di luar kepala karena sudah sekian tahun didoakan setiap malam.
Hampir selalu ada titipan doa bagi yang sakit, ulang tahun, menghadapi ujian, ibu hamil, pasangan yang ingin punya anak, dan anak-anak yang diharapkan terus terlibat aktif dalam menggereja.

Binatang piaraan ini (Kapten) selalu hadir sampai akhir.
Ada beberapa pasangan yang sudah lama belum dikaruniai anak kemudian mendapat momongan sesudah sekian lama didoakan dalam novena tengah malam. Mereka meyakininya bukan sebagai kebetulan melainkan merupakan bagian dari rencana indah Tuhan.

Orang-orang yang setia dalam doa Novena di Gereja Pinang.
Terlalu banyak sebenarnya cerita dari novena tengah malam di Pinang yang tidak mungkin seluruhnya disajikan di sini. Kalau boleh mengutip pesan Paus Fransiskus pada Hari Komunikasi Sosial Sedunia ke-55, “Datang dan lihatlah…”
Teks: Maria Sri Widiastuti (peserta novena), ps/ Foto-foto: Maria