Romo Lamma: Berikan Dukungan kepada Kedua Frater asal Paroki Ciledug

30 April 2021
  • Bagikan ke:
Romo Lamma: Berikan Dukungan kepada Kedua Frater asal Paroki Ciledug

Fr Enrico dan Fr Aloy tengah sharing panggilan.

“Selama ini kalau melihat ada Frater di Gereja Ciledug rata-rata berasal dari luar pulau Jawa yang jauh. Ternyata hari ini ada Frater yang asalnya dari Ciledug.  Rasanya senang dan bangga paroki ini juga melahirkan calon-calon Imam,” ungkap Ibu Cyrila Erma yang ditemui seusai misa.

Sharing kedua Frater tadi sangat komunikatif. Pembawaannya juga santai, berasa di rumah sendiri. Ternyata jadi biarawan itu juga tetap bisa asyik, tidak kaku.Tadi itu sharing-nya  seperti sedang menyapa keluarga sendiri, santai tanpa beban tapi pesannya sampai,” tambah Ibu Erma, sapaan akrabnya.

frater2--

Fr Aloysius Prawadika dari Wilayah Agustinus. 

Bu Erma yang pagi itu duduk di bangku umat deretan depan bersama sang suami itu berharap, hadirnya dua Frater dari Ciledug itu menjadi inspirasi dan motivasi anak-anak di paroki ini.

Selain itu, ia pun berharap, orangtua kedua Frater tersebut bisa menjadi gambaran dan pencerahan bahwa kita punya tugas menumbuhkan benih-benih panggilan dalam keluarga. “Juga membuka kesempatan dan mendorong anggota keluarga untuk mau terpanggil sebagai pelayan Tuhan, apapun caranya,” imbuh Bu Erma.

Frater1-

Fr Enrico Gunawan dari Wilayah Ignatius Loyola.

Diundang Seksi Panggilan

Hari Minggu Paskah IV (25/4) yang juga merupakan Hari Minggu Panggilan Se-Dunia ke-58, Seksi Panggilan Paroki Ciledug menghadirkan 2 Frater, yakni Fr Aloysius Prawadika dan Fr Enrico Gunawan. Keduanya sedang menempuh pendidikan di Seminari Tinggi Santo Johanes Paulus II di Keuskupan Agung Jakarta.

Ditemui di ruang sakristi sebelum misa, Fr Aloysius Prawadika mengatakan bahwa dia berasal dari Wilayah Agustinus. Sedangkan Fr Enrico Gunawan dari Wilayah Ignatius Loyola.

ketua siepang-bambang

Fr Aloy, Rm Lamm, Bp Sofyan, dan Fr Enrico.

Mendengar itu, seorang Prodiakon berkomentar, “Wah ikut seneng, ternyata ada Frater yang dari Ciledug juga ya.” Romo Lamma yang pagi itu juga bersiap-siap di sakristi untuk memimpin misa pagi itu menimpali, “Jadi ini Bapak Ibu Prodiakon tidak ada yang kenal kedua Frater dari Ciledug ya?”

Menurut Bp Gregorius Sofyan, Ketua Seksi Panggilan Paroki Ciledug, kedua Frater itu sengaja diundang untuk kembali mengingatkan dan membuka mata hati umat Paroki Ciledug bahwa dari sekian banyak umat paroki ini ada yang sudah menjalani panggilan sebagai calon imam.Deng an cara itu diharapkan semakin tumbuh minat yang kuat di antara umat untuk  ikut dan berani menanggapi panggilan.

prodiakon belum kenal frater-bambang

Prodiakon belum mengenal dua Frater asal Paroki Ciledug.

Pak Sofyan berharap, kehadiran frater-frater yang dekat dan kita kenal menjadi pancingan. Bukan hanya bagi kaum muda, tapi juga bagi orangtua supaya dengan kerelaan hati mau mendukung anaknya dan kaum muda untuk menanggapi panggilan menjadi Imam, Suster atau Bruder.

Diharapkan beri inspirasi

“Frater Enrico, mari kita kuasai mimbar ini. Sebagai putra asli Ciledug, mari kita ambil alih dari Romo Lamma Sihombing khusus saat ini saja,” ajak Fr Aloysius Prawadika dalam nada bergurau di awal perkenalan yang membuat umat sontak bertepuk tangan.

“Tema Minggu Panggilan ke-58 tahun 2021 adalah ‘Santo Yusuf Impian Panggilan’.  Apa yang bisa kita lihat dari panggilan Santo Yusuf? Santo Yusuf mendapat panggilan Tuhan lewat mimpi. Jadi kalau di rumah anak bapak-ibu hobinya tidur atau bangunnya kesiangan, jangan cepat-cepat marah. Jangan-jangan mereka sedang bermimpi mendapat panggilan Tuhan,” gurau Frater Aloy, sapaan akrabnya di Seminari.

romo lamm ajak dukung-Bambang--

Rm Lamm mengajak umat dukung dan support kedua Frater.

“Tidak semua panggilan itu lewat mimpi,” sanggah Fr Enrico Gunawan. “Contohnya saya. Saya tidak pernah mendapatkan mimpi tentang panggilan. Kalau saya tarik ke belakang, panggilan saya itu berkali-kali dalam kurun waktu bertahun-tahun,” imbuhnya.

“Waktu kelas 4 SD, saat misa bertemu dengan seorang Romo yang sudah sepuh.   Saya ditanya Ibu saya, mau nggak gantiin Romo itu? Oo siap. Tapi itu jawaban anak kelas 4 SD habis itu surut,” cerita Fr Enrico mengenang.

dukungan umat dul-bambang

Umat peserta misa offline Minggu Panggilan Sedunia ke-58.

“Tapi saat SMP, karena saya sekolah di Sekolah Kristen, jadi sering melihat Pendeta, pingin jadi Pendeta. Karena kalau jadi pendeta selagi saya memberitakan Injil seberti Romo saya juga bisa hidup berkeluarga. Jadi bisa menjalani dua panggilan sekaligus,” Frater Aloy menimpali.

“Selepas SMP saya kembali menemukan jalan yang benar. Saya masuk SMA Van Lith di Muntilan. Di sinilah saya kembali merasakan berkali-kali Tuhan memangil saya. Puncaknya saat kelas tiga ketika sedang mengikuti misa tiba-tiba seorang Diakon yang sedang berkotbah menunjuk saya, ‘Kamu mau jadi apa?’”

“Saya kaget karena tidak kenal juga spontan menjawab, ‘Mau jadi Romo’. Akhirnya selepas SMA saya masuk Seminari Mertoyudan selama satu tahun dan melanjutkan ke Seminari Tinggi Santo Johanes Paulus II milik Keuskupan Agung Jakarta. Sampai saat ini sudah semester tujuh,” kata Fr Enrico mengakhiri sharing-nya.

dua frater--Bambang--

Umat diharap mendukung dan men-support kedua Frater.

Dalam Misa tersebut Romo Lamma Sihombing, CICM, berharap, sharing Fr  Aloy dan Fr Enrico memberikan inspirasi kita semua dalam menanggapi panggilan Tuhan. “Dan kita juga diharapkan memberi dukungan dan support kepada kedua Frater kita ini yang sedang menjalani panggilan,” harap Romo Lamma.

Teks: Bambang Gunadi/ Foto-foto Hari Minggu Panggilan: Rafaela Chandra, Screenshot.


Album Foto Hari Minggu Panggilan Se-Dunia ke-58 klik di sini.

Facebook Sanberna

Twitter Sanberna