Pak FD Pramono Telah Berpulang

2 Agustus 2019
  • Bagikan ke:
Pak FD Pramono Telah Berpulang
Bp Fredericus Djarwo Pramono

Kabar duka menyelimuti umat Paroki Ciledug Gereja Santa Bernadet. Bp Fredericus Djarwo Pramono yang selama ini dikenal sebagai organis dan dirigen yang penuh dedikasi meninggal dunia, Jumat, 2 Agustus 2019, pukul 14.30, dalam usia 61 tahun, karena sakit.

Dari berbagai informasi yang dihimpun, Pak Pramono Jumat siang di rumahnya, kawasan Karang Tengah, berencana mau pergi fotokopi teks koor. Sambil menunggu Bu Dewi, isterinya, siap-siap, ia berjalan ke depan lalu duduk di kursi, tetapi tahu-tahu sudah meninggal.

"Meninggalnya  di rumah sekitar jam 14.30, terus dibawa ke rumah sakit untuk memastikan bahwa benar-benar meninggal," kata Bu Maria Melati menirukan keterangan Bu Dewi.  "Saya tadi habis memandikan jenazahnya, masukin peti terus pulang," kata Bu Melati lewat WA, Jumat sekitar pukul 20.00.

WhatsApp Image 2019-08-02 at 20.35.45-ok

Ketua Lansia Dekenat Tangerang 2 Ibu Nirmaya (kanan) melayat.

Menurut informasi salah seorang di Sekretariat Paroki, rumah sakit yang dimaksud adalah RS Medika Karang Tengah, sebelum akhirnya jenazah almarhum dibawa ke rumah salah satu kerabatnya di Gracia Residence, Blok M No.5 Graha Bintaro, yang kemudian menjadi rumah duka.

Kepergian Mas Mono—panggilan akrab Pak Pramono—mengagetkan banyak pihak, karena terasa sangat mendadak. Dari lalu lintas pembicaraan di berbagai grup WA, banyak yang awalnya tidak percaya berita itu.

WhatsApp Image 2019-08-02 at 21.27.10-ok

Ibu Lusi, kakak Pak Pramono (paling kiri) dan warga senior Bernadet.

Beberapa orang bercerita baru saja bertemu Pak Pramono pada hari atau malam sebelumnya dan tidak ada tanda-tanda akan pergi secepat itu. Apalagi malam sebelumnya, Pak Pramono masih mengiringi  koor KEP di Balai Metro.

Sesudah diperoleh kepastian tentang berita meninggalnya Pak Pramono, ucapan belasungkawa tak henti-hentinya mengalir di grup-grup WA yang ada di Paroki Ciledug. Termasuk di grup komunitas senior paroki-paroki di Dekenat Tangerang 1 & 2, karena Pak Pramono enthengan (selalu bersedia) sehingga pelayanannya pun sampai di komunitas itu. Jumat malam, Ketua Lansia Dekenat Tangerang 2, Ibu Nirmaya, juga menyempatkan diri melayat ke rumah duka.

WhatsApp Image 2019-08-02 at 16.07.05

Pak Pramono tengah mengiringi koor senior St Bernadet.

“Dukacita yang mendalam atas meninggalnya sahabat kita Bapak Pramono (organis handal paroki, guru organis paroki). Kita mendoakan semoga disambut oleh Kerahiman Allah di Surga. Juga mendoakan Ibu Dewi bersama keluarga supaya tabah dan sabar dalam kedukaan ini,” tulis Bp Legius Paliling, mantan Wakil Ketua Dewan Paroki Ciledug, di salah satu grup WA di Paroki Ciledug.

Pak Pramono sudah mengajar banyak anak untuk dipersiapkan menjadi organis di  Paroki Ciledug. Menurut salah seorang dirigen, dia termasuk guru yang mengajar organis dengan langkah-langkah sistematis.

WhatsApp Image 2019-08-02 at 17.05.22-ok

Pak Pramono dan anggota warga senior Dekenat Tangerang.

Namun Pak Pramono memang bukan sekedar organis tetapi juga tahu liturgi. Pak Palendeng dari Wilayah Kristoforus membenarkan bahwa Pak Pramono pernah menjadi Ketua Seksi Liturgi Paroki Ciledug.  "Sesudah saya, kalau tidak salah periode tahun 2007," katanya.

Misa Requiem untuk Pak Pramono akan berlangsung Sabtu, 3 Agustus 2019, pukul 13.00, di rumah duka, dan jenazah akan diberangkatkan ke tempat peristirahatan terakhir di Selapajang, Tangerang, pukul 14.00.

Selamat jalan, Pak Mono, menuju kebahagiaan di surga bersama Bapa.

Teks & Foto: rangkuman dari berbagai sumber/ WAG/ps.

Facebook Sanberna

Twitter Sanberna