Catatan Kecil HUP: Kuncinya Kesetiaan

14 Mei 2019
  • Bagikan ke:
Catatan Kecil HUP: Kuncinya Kesetiaan
Kue hari ulang tahun perkawinan (HUP).

Beberapa waktu lalu santabernadet.id edisi 5 Mei 2019 menyajikan pemberitaan peristiwa Peringatan Hari Ulang Tahun Perkawinan (HUP) di gereja lantai atas dan tenda bawah Pinang yang sangat meriah dan bernuansa penuh rasa syukur. Apa latar belakang diadakannya peringatan itu?

Berikut ini catatan kecil dari Ibu Clara Shinta, Ketua Seksi  Kerasulan Keluarga (SKK) Santa Bernadet dan salah satu anggota Tim SKK.

Arya5-ok_2

Ketua Sie SKK Ibu Clara Shinta (ketiga dari kiri)).

Mengutip salah satu kalimat Romo Lammarudut, CICM, dalam misa Minggu, 5 Mei 2019 tentang pentingnya memperingati Hari Ulang Tahun Perkawinan (HUP), yaitu “menghayati makna kasih dan kesetiaan Tuhan dalam perkawinan”, SKK St Bernadet semakin dikuatkan untuk tetap mengajak para pasutri dan keluarga ikut dalam peringatan HUP.

Peringatan HUP bukan tren perayaan kebarat-baratan atau sebuah seremonial wajib tanpa makna. Namun, HUP adalah momen para pasutri mengingat kembali keindahan pernyataan janji setia di hadapan Allah Bapa melalui Imam dan disaksikan handai dan taulan.

arya2-ok

Pasutri Bp dan Ibu Sutrimo dari Wilayah Antonius (depan kiri).

Melalui peringatan HUP, para pasangan suami-istri menguatkan kembali janji untuk bersama dalam suka dan duka, untung dan malang, di waktu sehat dan sakit. Kiranya HUP ini dapat semakin membuat  kita menghayati kehadiran Kristus melalui cinta kasih dan kesetiaanNya sebagai satu-satunya sumber kebahagiaan keluarga.

Kuncinya kesetiaan

Jatuh cinta itu gampang, 10 menit juga bisa, tapi bangun cinta itu susah sekali, perlu waktu seumur hidup. Demikian bunyi satu pamflet di salah satu website.

Itu merupakan salah satu alasan yang mendasari pelaksanaan peringatan bersama HUP oleh Tim SKK pada 5 Mei 2019 tersebut. Para Pasutri yang ber-HUP Desember-Mei dikumpulkan dalam misa, lalu mengucapkan kembali janji perkawinan seperti saat menikah.

arya6-ok

Romantis dan mengharukan, nyala lilin mengiringi janji pernikahan.

Suasana haru dan romantis terasa menyergap saat lilin-lilin mulai menyala, mengiringi pengucapan janji pernikahan itu.

Usai misa diadakan acara ramah tamah bersama di lantai bawah, antara lain ditandai dengan peniupan lilin-lilin beralaskan kue HUP.

sunten

Pak Sunten Manurung dan Ibu Herawaty mengulangi janji perkawinan.

Apa rahasia pernikahan awet? "Sing waras ngalah," kata Bu Koesmini yang sudah 42 tahun mengarungi bahtera perkawinan dalam sharing-nya. ”Dan semua mengalir saja," timpal suaminya, Pak Yahudi.

jassen3-ok

Pasutri Bu Koesmini-Pak Yahudi, 42 tahun usia pernikahan.

Sharing pasutri yang disambung dansa-dansi itu dilanjutkan dengan sambutan mantan Wakil Ketua DPH Pak Sunten Manurung yang menandai berakhirnya acara. “Kunci dari semuanya adalah kesetiaan. Jika masing-masing pasangan setia, maka hidup perkawinan akan terasa indah,” katanya.

jassen2-ok_2

Tawa bahagia Pak Donatus Kasdana dan nyonya.

Pesan Pak Sunten itu masih dikuatkan lagi oleh mantan Ketua Sie SKK  Pak Steven Madyo Sukarto. “Kesetiaan dalam hidup perkawinan bukan kata-kata magis yang dapat diisi kembali dayanya setahun sekali. Kesetiaan adalah perbuatan nyata yang dilakukan setiap saat, setiap hari, sepanjang hayat. Makin setia makin sedikit kata, karena kesetiaan adalah pemberian diri seutuhnya tanpa henti kepada yang dicintainya."

arya-ok_1

Bernyanyi bersama sebelum peniupan lilin HUP.

Teks: Arum, Tim SKK/ Foto-foto: Arya, Kevin, Jassen, Tim KOMSOS

Tags
#hup
Sie KKS

Facebook Sanberna

Twitter Sanberna